0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jumlah Pasukan Pemburu Anak Buah Santoso Terlalu Banyak

Anggota DPR RI Fraksi PKS NAsir Jamil (foto: Putra)

Sukoharjo – Pengerahan 3.000 pasukan dari berbagai unsur untuk mengejar sisa-sisa pengikut terduga teroris, Satoso, dinilai terlalu besar. Jumlah itu harus dikurangi karena mereka yang ditugaskan harus kembali ke pos masing-masing untuk memperkuat seluruh wilayah.

“Saya rasa dengan jumlah 3.000 pasukan ini terlalu besar jika hanya untuk mengejar sisa 19 orang pengikut Santoso ini. Ini kan BKO jadi merka harus kembali ke pos-pos yang mereka tinggalkan sejak ditugaskan ke Poso,” kata Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil, Kamis (21/7).

Hal ini sebagai upaya mengatisipasi kemungkinan pengikut Santoso alias Abu Wardah melakukan upaya balas dendam. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) diminta harus tanggap untuk mengatispasi kemungkinan adanya aksi dari kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Santoso diketahui telah tertembak mati oleh anggota pasukan Operasi Tinombala beberapa waktu lalu di tempat persembunyiannya di Poso. Dengan kematian pimpinannya, diprediksi akan ada aksi untuk menunjukkan eksistensi mereka dengan melakukan serangkaian aksi teror baru.

“Kepala BNPT yang baru harus tanggap dan jangan samapi kecolongan, saya kira mereka bisa saja menyiapkan aksi untuk membalas. Dan kami sarankan jumlah pasukan di Poso dikurangi agar tidak ada pos-pos yang kosong,” tandasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge