0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

RUU Anti terorisme, Masing-masing Fraksi Beri Masukan

dok.timlo.net/putra kurniawan
Wakil Ketua Pansus RUU Anti Terorisme, Saiful Bahri Anshori (dok.timlo.net/putra kurniawan)

Sukoharjo – Rancangan Undang-Undang Anti Terorisme ditargetkan Oktober sudah masuk masa Daftar Inventarisasi Masalah (DIM). Masing-masing fraksi akan memberi masukan dengan fokus pembahasan tentang Pencegahan, Deradikalisasi dan penanganan warga terdampak aksi terorisme.

“Oktober sudah DIM dan kami tekanakan untuk penanganan warga terdampak aksi terorisme, misalkan ada warga yang sedang jalan-jalan dan terkena akibat dari ledakan bom dari aksi terorisme. Dari kejadian ini siapa yang bertanggungjawab,” kata Wakil Ketua Pansus RUU Anti terorisme, Kamis (21/7).

Dalam melindungi rakyatnya saat terjadi aksi terorisme kebaradaan Negara selama ini dinilai masih kurang, dan hal ini menjadi salah satu fokus pembahasan. Sehingga dalam produk Undang-Undang Anti Terorisme ini nantinya ditekankan kepada penanganan terhadap korban tindakan terorisme.

Selain itu, dalam Undang Undang Anti Terorisme ini nantinya juga ditekankan kepada penaganan sebelum ada aksi teror. Selama ini aparat belum bisa bertindak sebelum ada aksi teror, sehingga mengakibatkan jatuhnya korban.

“Tadi ada usulan, orang sebelum melakukan tindakan itu harus diantisipasi. Bentuk antisipasinya bisa dilakukan pendekatan, diajak dialog dan diskusi sehingga tidak jadi melakukan tindakan,” tandasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge