0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Blangko Habis, Pemohon e-KTP Harus Antri Dua Bulan

Pemohon e KTP di Disdukcapil Boyolali membludak,padahal blangko habis sejak awal dibuka setelah cuti lebaran (foto: Nanin)

Boyolali – Kekosongan blangko e-KTP di Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Boyolali, semakin parah. Saat ini, terdapat 27.700 berkas pemohon e-KTP yang diajukan ke Disdukcapil.

“Masih antri, menunggu blangko datang, maksimal dua bulan baru ada,” kata Kepala Disdukcapil Boyolali, Agus Santoso, Kamis (21/7).

Dijelaskan Agus, pihaknya mulai kehabisan blangko e-KTP sejak hari pertama layanan dibuka setelah libur lebaran. Meski blangko kosong, jumlah pemohon terus bertambah. Dalam sehari, pemohon bisa mencapai 150 hingga 200 orang. Kondisi ini semakin membuat daftar antrian memanjang.

“Ya bagaimana lagi, minggu depan kita baru ke Jakarta, nanti berapa lembar yang didistribusikan kita juga belum tahu,” tambahnya.

Di sisi lain, meski blangko e-KTP langka, namun pihaknya tetap mengutamakan pemohon dalam kondisi darurat. Seperti misalnya, calon haji yang hendak digunakan untuk mengurus paspor.

Dinas sendiri juga tidak bisa menyediakan surat keterangan bagi semua pemohon e-KTP. Surat keterangan hanya bisa diberikan untuk mengurus kartu Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS), keperluan kerja di luar kota, dan pencairan pinjaman di bank.

“Itupun harus disertai bukti-bukti, jadi tidak bisa sembarang diberikan,” tambahnya.

Sementara itu, Wahyu, warga Mojosongo, salah satu pencari e-KTP mengaku menyayangkan pihak Disdukcapil tidak mau memberikan surat keterangan. Padahal, dirinya sangat membutuhkan untuk kepentingan kuliah.

“Masak minta surat keterangan saja tidak boleh,” ungkapnya.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge