0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dilewati Truk Pasir Merapi, Jalan Desa Rusak

dok.timlo.net/aditya wijaya
Petugas kepolisian merazia truk galian C yang melintasi jalur larangan (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Setelah libur sejak H-7 sampai H+7 Lebaran, truk pengangkut pasir dan batu dari lereng Gunung Merapi kembali ramai beroperasi. Hal itu dikeluhkan warga sekitar ruas jalan Basin (Kecamatan Kebonarum) -Nglinggi (Kecamatan Klaten Selatan), hingga Gayamprit (Kecamatan Klaten Tengah). Sebab, jalur tersebut bukan jalur resmi untuk truk angkutan galian C.

“Pas libur Lebaran kemarin sempat sepi. Tapi sekarang mulai ramai lagi. Padahal sudah ada rambu larangan kalau enggak boleh lewat jalan sini,” ungkap salah seorang warga Desa Nglinggi, Hesti (39), Kamis (21/7).

Menurut dia, aksi nekat angkutan galian C tersebut telah dikeluhkan warga setempat sejak lama. Selain membuat jalan jadi rusak, banyaknya truk juga membuat jalan sering macet. Apalagi di pinggir jalan tersebut berdiri  SD Negeri Nglinggi I yang membuat kekhawatiran orangtua terhadap anak-anak mereka.

“Mestinya tidak lewat sini. Turun dari Merapi harusnya di pertigaan pasar Basin itu lurus ke arah Pabrik Gondang Winangoen. Tapi ternyata banyak yang memotong lewat sini dan membuat jalan rusak. Belum lagi yang bak truknya tanpa muatan itu kalau jalan ngebut,” ujarnya.

Keluhan tersebut juga diamini Kepala Desa (Kades) Nglinggi, Sugeng Mulyadi. Ia tidak menampik banyak jalan berlubang di ruas jalan Basin-Nglinggi karena dilalui truk galian C. Bahkan pihaknya sempat menambal lubang jalan, namun kembali rusak.

“Sudah saya laporkan ke instansi terkait dan sudah seringkali dirazia. Tapi ya tetap nekat,” ucap Kades Nglinggi.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge