0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ramadhan Pohan Terjerat Kasus Penipuan, Ini Kata Petinggi Demokrat

dok.merdeka.com
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Nurhayati Assegaf (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Nurhayati Assegaf mengatakan partainya telah mendapat keterangan dari Ramadhan Pohan soal kasus dugaan penipuan terkait dengan pemilihan Wali Kota Medan. Menurutnya, Ramadhan mengaku tidak terlibat dalam kasus tersebut.

“Ramadhan Pohan katakan itu berkaitan ketika nyalon jadi wali kota. Tapi beliau sama sekali tak tersangkut masalah tersebut. Itu klarifikasi yang kami dapatkan dari Ramadhan Pohan,” kata Nurhayati di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/7).

Nurhayati mengungkapkan koleganya di Partai Demokrat itu juga membantah telah menerima uang sebesar Rp 4,5 miliar hasil penipuan yang dituduhkan oleh LHH Sianipar pada Maret 2016. Selain itu Ramadhan Pohan juga membantah menerima uang hasil penipuan sebesar Rp 10,8 miliar yang diadukan seorang perempuan, LH br Simanjuntak, yang merupakan ibu dari LHH Sianipar.

“Enggak terima yang dituduhkan. Tidak ada utang piutang, tim sukses menerima. Ramadhan tak tahu. Itu klarifikasi Ramadhan sendiri,” terangnya.

Karena telah dibantah oleh Ramadhan, Nurhayati percaya tuduhan itu adalah fitnah. Dampak dari fitnah itu, lanjutnya, sangat besar, baik berpengaruh buruk kepada keluarga Ramadhan hingga ke Partai Demokrat.

“Karena dalam hidup kita, fitnah lebih kejam dari pada pembunuhan, karena fitnah ini luar biasa ke keluarga, teman-teman apalagi menyangkut partai. Saya senang karena media klarifikasi. Jadi ini tidak benar apa yang terjadi,” tegasnya.

Dia menegaskan, Partai Demokrat tidak akan melindungi kadernya yang terjerat kasus pidana atau tindakan melawan hukum. Oleh sebab itu, Nurhayati mendoakan agar pihak yang menyebar fitnah mendapat hidayah.

“Selama ini Demokrat jelas kita konsolidasi dan kita tidak kompromi dengan koruptor. Artinya kita enggak mau juga kalau kita dizalimi. Kita doa semoga diberi hidayah orang-orang yang zalimi Demokrat dan Demokrat dilindungi,” pungkasnya. [dan]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge