0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

CEO BlackBerry Kritik Apple Karena Kasus Terorisme

Dok: Timlo.net/ CNBC.com
John Chen. (Dok: Timlo.net/ CNBC.com)

Timlo.net—Selasa (19/7) CEO BlackBerry John Chen mengkritik Apple. Dalam sesi tanya jawab di the BlackBerry Security Summit, Chen berkata jika “perusahaan buah lainnya” berpikir mereka lebih penting daripada masyarakat. Hal ini karena perusahaan itu menolak membuka kunci iPhone 5c yang digunakan teroris Syed Farook yang mati.

“Salah satu kompetitor kami, kami sebut ‘perusahaan buah lainnya’ memiliki sikap jika tidak masalah bagi mereka untuk menyakiti masyarakat, mereka tidak akan menolong. Saya merasa jika hal itu mengganggu saya sebagai seorang warga negara. Saya pikir BlackBerry, seperti perusahaan lain memiliki tanggung jawab sipil dasar. Jika dunia dalam bahaya, kita harus bisa menolong,” kata CEO BlackBerry itu. Walaupun demikian, dia tidak setuju dengan ide pemerintah untuk memaksa produsen smartphone untuk memasang back door dalam smartphone.

“Peraturan yang diajukan di Amerika Serikat dan saya yakin akan tiba di Uni Eropa adalah setiap vendor perlu menyediakan sejenis back door. Hal ini tidak akan bekerja sama sekali,” kata Chen.

Apple memang menolak membuka kunci iPhone 5c milik teroris itu. Tapi sebelumnya perusahaan itu beberapa kali membuka kunci iPhone atas permintaan pemerintah. Kasus Farook berbeda karena kota San Bernardino mengubah password smartphone itu. Satu-satunya cara membuka kunci di smartphone itu adalah membuat iOS versi khusus.

“Pemerintah AS meminta kami memberikan sesuatu yang tidak kami punya dan kami anggap terlalu berbahaya untuk diciptakan. Mereka telah meminta kami membuat sebuah back door untuk iPhone,” CEO Apple Tim Cook.

Jika mereka membuat iOS dengan back door ini, Apple takut jika program itu dicuri dan dipakai untuk membobol setiap iPhone. FBI akhirnya membayar untuk membuka iPhone Farook tapi tidak menemukan sesuatu yang berguna untuk kasus mereka.

Ini bukan pertama kalinya Chen mengkritik kebijakan Apple menempatkan kepentingan perusahaan lebih dulu dibandingkan masyarakat. Tahun lalu, Apple menolak membuka iPhone 5s milik seorang pengedar meth. Chen menanggapi ini dalam tulisan di blog resmi BlackBerry. “Kita memang di tempat yang gelap di mana perusahaan-perusahaan menempatkan reputasi mereka di atas kepentingan masyarakat banyak,” tulisnya.

Sumber: Phone Arena.

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge