0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pengakuan Pegawai Olivier, Jessica Tiba-tiba Close Bill Bikin Janggal

Jessica Kumala Wongso jalani sidang di PN Jakarta Pusat (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Pegawai Olivier Cafe, Marlon, bersaksi di persidangan kasus kematian Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso. Kali ini giliran Marlon yang berprofesi sebagai server di kafe itu.

Di awal kesaksiannya, server di kafe itu sempat ditanya hakim soal posisinya saat peristiwa terjadi. Dia mengaku mengetahui keberadaan Mirna yang duduk di meja 54, setelah diberi tahu rekannya yakni Cindy.

“Saya tak mengetahui apa-apa, karena saat terjadi saya sedang break (istirahat). Saya tahunya hanya pas saya break dikasih tahu Cindy, ‘ada tamu di table 54 kejang-kejang’ saya sedang istirahat di luar. Saat itu saya mau masuk ke kerja, ketemu Cindy ke arah meeting room,” katanya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (20/7).

Marlon kaget saat mendengar Cindy menyebut meja 54 karena sebelum break dia melayani tamu di meja itu.

“Saya handle mengantarkan minuman cocktail ke meja 54. Tapi memang pada saat itu saya yang ngantar,” jelasnya.

Dia ingat pesanan cocktail diantar sekitar pukul 16.00 WIB. Ada dua gelas koktail yang dipesan meja 54. Saat mengantarkan dua gelas koktail itu, katanya, di meja 54 sudah tersaji es kopi Vietnam. Dia tak merasa ada keanehan saat mengantarkan pesanan.

“Saya enggak mikir di situ, tapi ada tiga paperbag selain Vietnam kopi. (Paperbag) setumpuk ada di tengah, ada promo ada lilin, tissue. Ada sedotan di dalamnya. Kopinya masih utuh belum diminum, hanya berbeda sedotannya sudah di dalam tapi pembungkus bibirnya masih dibungkus. Biasanya standar harus ada sedotan di luar. Jadi kalau standarnya, sedotan masih utuh dengan bagian bibir ditutup tapi belum masuk ke dalam gelas,” jelasnya sambil mengatakan tak tahu minuman itu dipesan pemilik meja 54 untuk siapa.

Penjelasan Marlon saat itu tiba-tiba langsung disambut tepuk tangan pengunjung di ruang sidang.

Setelah itu Jessica langsung meminta bukti close bill. Ini yang dirasa agak janggal karena tak biasanya pesanan dibayar padahal belum semua tersaji.

“Pas close bill saat minuman belum tersaji saya nanya Jessica, ‘kenapa close’? Dia bilang saya mau traktir teman-teman saya, terus saya bilang ‘minumannya belum semua siap saji’ dia bilang ‘tidak apa-apa’, terus dia langsung bayar ke kasir,” bebernya.

Sebagai server, dia mengaku diperbantukan mengantarkan minuman ke pemesan. Saat bel dari bagian barista berbunyi, siapa pun yang terdekat wajib mengantar setelah mengonfirmasi pesanan.

“Sebelumnya, saya menyimak, dia memesan minuman langsung dengan saudara Yohanis. Lalu saya bertanya Yohanis, siapa yang harus service, dan dia server akhirnya sama saya. Pesan pertama koktail dan terakhir es vietnam kopi,” jelas dia.

[lia]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge