0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ramadhan Pohan Diperiksa Polisi, Kader Senior Demokrat Prihatin

dok.merdeka.com
Ramadhan Pohan (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Politikus senior Partai Demokrat, Agus Hermanto mengaku telah mendengar kabar soal penangkapan koleganya Ramadhan Pohan oleh Polda Sumatera Utara terkait kasus penipuan. Namun, Agus membantah jika Ramadhan ditangkap, tetapi hanya dipanggil untuk memberikan keterangan.

“Kami tadi pagi mendengar bahwa memang Pak Ramadhan sudah pernah dipanggil. Saat dipanggil panggilan pertama beliau sakit. Kedua beliau sakit. Ketiga memang dipanggil untuk diminta keterangan. Kalau di luar katanya ditangkap itu tidak betul,” kata Agus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/7).

Sesama kader partai, Agus mengaku prihatin atas kasus yang menimpa Ramadhan. Wakil Ketua DPR ini juga berharap agar kasus yang menjerat Ramadhan dapat selesai dengan cepat.

“Itu yang ada dan tentunya kami sebagai kader Demokrat sangat prihatin. Mudah-mudahan Pak Ramadhan Pohan bisa menyelesaikan persoalannya dalam waktu secepat-cepatnya,” terangnya.

Sebelumnya diketahui, mantan calon Walikota Medan, Ramadhan Pohan, masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Sumut. Politikus Partai Demokrat ini diperiksa terkait 2 laporan kasus penipuan.

Yang bersangkutan masih diperiksa di Subdit II Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut,” kata Kasubbid Penerangan Masyarakat Bidang Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Rabu (20/7).

Ramadhan tiba di Polda Sumut, Selasa (19/7) sekitar pukul 24.00 WIB atau Rabu (20/7) pukul 00.00 WIB dini hari. “Dijemput dari rumahnya di Jakarta langsung dibawa ke Ditkrimum Polda Sumut,” jelas MP Nainggolan.

Mantan Kapolres Nias ini mengaku tidak bisa merinci kasus yang melibatkan Ramadhan. Alasannya, mereka akan memberi keterangan resmi pada pukul 11.00 WIB.

Namun MP Nainggolan membenarkan Ramadhan dijemput paksa setelah mangkir dari dua panggilan. Dia dipanggil terkait dua kasus penipuan yang disampaikan dua pelapor. “Salah satu pelapor itu bapak dan anak. Yang satu Rp 10 miliar, yang satu Rp 4,5 miliar,” jelasnya.

Sudah 14 saksi yang diperiksa terkait salah satu laporan itu. “Namun saya tidak tahu pada laporan mana pemeriksaan saksi ini,” sebut Nainggolan.

Dia memaparkan keterangan lebih lengkap akan diberikan dalam temu pers yang segera digelar. “Jam 11.00 nanti kita akan rilis,” pungkas Nainggolan.

[eko]
Sumber: merdeka.com
Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge