0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini PR untuk Pemkot Solo dari Tim Penilaian WTN

Walikota Solo Hadi Rudyatmo menerima Piala Wahana Tata Nugraha (WTN) dari peserta kirab (Dok. Timlo.net)

Solo — Meski berpeluang meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha, Pemerintah Kota Solo masih memiliki Pekerjaan Rumah di bidang transportasi. Dalam pertemuan antara Pemkot Solo dengan Tim Penilaian WTN di Loji Gandrung, Selasa (19/7), beberapa hal menjadi sorotan.

“Sebagian besar armada angkutan umum di Solo sudah berusia di atas 10 tahun,” kata Ketua Tim Penilaian, Endy Suprasetio usai pertemuan.

Selain itu, beberapa rambu juga masih tertutup pohon sehingga tidak bisa terlihat dari kendaraan yang melintas. Keterbatasan lahan parkir juga mendapat perhatian khusus dari tim penilaian. Di Solo, masih banyak badan jalan yang digunakan untuk parkir kendaraan pribadi. Akibatnya, kapasitas jalan berkurang karena termakan lahan parkir.

“Memang di Solo ini lahannya terbatas. Tapi Pemkot Solo sudah ada antisipasi. Katanya nanti akan dibangun kantong-kantong parkir,” kata dia.

Dikonfirmasi, Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengakui masih banyak angkutan umum khususnya angkutan kota (angkot) di Solo yang sudah uzur. Namun Pemkot Solo saat ini telah membentuk konsorsium angkot yang akan dikelola Koperasi Bersama Satu Tujuan (BST). Nantinya, konsorsium tersebutlah yang akan mengoperasikan angkot-angkot di Solo.

“Nanti semuanya ber-AC,” kata pria yang akrab disapa Rudy itu.

Terkait lahan parkir, Pemkot Solo berencana membangun lima gedung parkir di Sriwedari, Pasar Gede, Kali Pepe, Balaikota, dan RSUD Ngipang. Sedianya, gedung parkir di Pasar Gede dan Sriwedari akan dibangun tahun ini. Namun karena keterbatasan anggaran, rencana tersebut terpaksa mundur.

“Anggaran yang ada hanya cukup untuk menyusun DED (Detailed Engineering Design) saja,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Perparkiran, M Usman beberapa waktu lalu.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge