0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

RSUD Banyudono Pindah, Warga Bingung untuk Berobat

dok.timlo.net/nanin
Pegawai RSUD Banyudono memindah-mindahkan barang ke lokasi baru di Andong (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Kepindahan RSUD Banyudono ke Andong hingga saat ini masih menjadi perbincangan hangat dimasyarakat. Masyarakat mengaku bingung bila hendak mendapatkan layanan kesehatan saat situasi darurat,seperti misalnya saat terjadi kecelakaan.

“Banyak yang keberatan, tapi gimana lagi, sudah terlambat untuk protes, harapan kita pemkab bisa lebih meningkatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Banyudono 1,” kata Tokoh Masyarakat Banyudono, Luwarno, Selasa (19/7).

Dijelaskan, sebagai pengganti fasilitas kesehatan saat ini adalah Puskesmas Banyudono 1 di Desa Ketaon. Hanya saja, Puskesmas Banyudono 1, saat ini baru melayani rawat jalan. Sedangkan bila kondisi darurat, belum melayani. Pihaknya meminta Bupati Boyolali menambah fasilitas dan layanan di Puskesmas tersebut.

Lha masak kalau kondisi darurat harus dibawa ke RSUD Pandanaran Boyolali, kan kejauhan, yang terdekat ya Kartasura,” tambahnya.

Di satu sisi, Luwarno menyayangkan penutupan pelayanan RSUD Banyudono padahal RSUD Banyudono di Andong belum beroperasi. Selain itu, memasuki pertengahan tahun ini Pemkab Boyolali juga belum akan memfungsikan bekas bangunan rumah sakit itu.

“Jangan dibiarkan mangkrak, kan bisa untuk layanan kesehatan lain,” imbuhnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinkes Boyolali, Ratri S Lina, mengatakan masih banyak fasilitas kesehatan atau rumah sakit swasta yang bisa diakses masyarakat di sekitar Banyudono, seperti RS Asy-Syifa Sambi, RS Hidayah Mojosongo, RS Aisyiyah PKU Muhammadiyah Singkil, dan rumah sakit swasta lainnya.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, bila kondisi darurat, disekitar Banyudono banyak fasilitas kesehatan,” tandasnya

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge