0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Istri Santoso dan Istri Basri Terus Diburu

dok.merdeka.com
Perburuan kelompok teroris pimpinan Santosa (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Rudy Sufahriadi menyebut, dua dari tiga orang yang berhasil kabur dalam aksi baku tembak dengan satuan tugas operasi Tinombala adalah istri Santoso dan Basri.

Istri Santoso diketahui bernama Jumiatun Muslimayatun, berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat. Sedangkan istri Basri diketahui bernama Nurmi Usman yang juga berasal dari Nusa Tenggara Barat.

“Dua perempuan itu diduga istri Santoso dan istrinya Basri,” kata Rudy usai mengikuti pengarahan Presiden kepada seluruh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) dan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) di Istana Negara, Selasa (19/7).

Mantan Kapolres Poso ini mengaku, satuan tugas operasi Tinombala masih memburu istri Santoso, istri Basri dan satu laki-laki lain yang lolos saat baku tembak kemarin.

“Sedang melakukan pengejaran oleh tim Alpha yg lain. Saya juga memberikan bantuan tim lain untuk mengejar,” tegasnya.

Dari penjelasannya, kedua perempuan ini tergabung dalam kelompok Santoso dan Basri. Rudy menuturkan, kelompok Santoso saat ini terbagi menjadi dua, yaitu kelompok yang dipimpin Ali Kalora dengan jumlah anggota 16 orang dan kelompok yang dipimpin Santoso dan Basri beranggotakan lima orang.

“Yang lima orang ini ada istrinya Santoso dan istrinya Basri serta satu laki-laki lain. Di kelompok yang 16, ada Ali Kalora yang memimpin bersama istrinya, sisanya laki-laki,” beber Rudy.

Untuk diketahui, lima anggota kelompok MIT baku tembak dengan Satgas Tinombala di wilayah pegunungan desa Tambarana, Pesisir Utara Poso, Sulawesi Tengah, Senin (18/7) sekira pukul 17.00-17.30 WITA. Dua anggota kelompok MIT yang tewas tertembak diduga Santoso dan Basri. Sementara tiga lainnya berhasil kabur ke dalam hutan.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian belum bisa memastikan 100 persen salah satu dari korban kontak tembak di Poso dengan Satgas Tinombala kemarin malam adalah Santoso. Namun, dari sejumlah ciri yang dilaporkan anak buahnya di lapangan, persentase kebenaran sudah mencapai 80-90 persen.

“Dia pernah ditangkap di tahun 2005, dari petugas yang menangkap dan ada di lokasi saat itu memastikan sementara ini Santoso, sekarang baru 80 persen. 90 Persenlah Santoso,” kata Tito usai rapat dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Selasa (19/7).

Saat ini, katanya, jasad dua pria yang diduga salah satunya Santoso sedang dalam perjalanan menuju RS Bhayangkara Polda Sulteng. Di sana, sudah menunggu sejumlah orang untuk memastikan yang ditembak Satgas Tinombala adalah Santoso. [noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge