0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

50 Persen Lebih Perairan WGM Tercemar Berat

Peni Pujiastuti (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Lebih dari 50 persen lokasi perairan Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri tercemar berat. Hal itu ditunjukkan oleh parameter dominan TSS, P-PO4 dan COD, yaitu di Muara Keduang, Muara Temon, Muara Bengawan, Solo Hulu, Muara Wuryantoro, perairan Karamba Jaring Apung (KJA), zona bebas.

“Sumber polutan dominan parameter TSS 81,76% berasal dari kegiatan pertanian, 2,56% dari limbah domestic, 0,03% dari kegiatan industry dan 15,65% berasal dari kegiatan KJA,” jelas Peni Pujiastuti saat mempertahankan disertasi di depan Dewan Penguji yang diketuai Prof Dr M Furqon Hidayatullah MPd, di Kampus UNS, Solo, Selasa (19/7).

Peni mengatakan, pada sedimen zona tercemar ditemukan logam berat Al, Fe, Cd, Co, Ni, Zn, Si, Pb dan Cu. Cu merupakan logam berat dominan yang melebihi baku mutu  dan memiliki toksisitas terhadap ikan nilai merah sebesar 4,55 mg/L dengan kategori toksik.

Menurut Peni, peningkatan beban limbah di WGM karena meningkatnya parameter dominan TSS, P-PO4, COD dari kegiatan pertanian, industri, domestik dan KJA, yang mengakibatkan kualitas perairan WGM semakin menurun.

Dengan menekan populasi penduduk, pertumbuhan KJA, pola pemberian pakan dan kegiatan pertanian maka kualitas air WGM dapat memenuhi mutu kelas dua PP 82/2001 pada akhir tahun simulasi 2030.

Sementara itu, usia pelaksanaan ujian doktor tersebut, Peni Pujiastuti yang juga Wakil Rektor Universitas Setia Budi (USB) dinyatakan berhak meraih gelar doktor ke 216 UNS dan ke 11 dari Program Studi Ilmu Lingkungan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge