0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Teroris Santoso Tewas Tertembak, Kapolri Tito Lunasi Janji

dok.merdeka.com
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Baku tembak kembali terjadi antara Satgas Tinombala dengan kelompok bersenjata Mujahid Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso, Senin (18/7) petang kemarin. Dua orang teroris tewas, satu di antaranya memiliki ciri perawakan seperti Santoso.

Politikus PDIP Charles Honoris mengapresiasi kinerja polisi dalam menangani terorisme di Poso. Menurut dia, baku tembak kemarin merupakan prestasi luar biasa di awal kepemimpinan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

“Kapolri yang baru Tito Karnavian baru saja menorehkan prestasi membanggakan di awal jabatannya. Pimpinan kelompok teroris yang selama ini jadi buron Santoso diduga sudah berhasil dilumpuhkan dan tewas tertembak di tangan pasukan Satgas Tinombala yang merupakan gabungan personel TNI-Polri,” kata Charles di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/7).

Menurutnya, Tito telah melunasi janjinya sewaktu mengemban jabatan sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bahwa untuk menumpas buronan teroris paling dicari di Indonesia, Santoso tinggal menunggu waktu.

“Tito sudah melunasi janjinya sewaktu menjadi Kepala BNPT. Menangkap dan meringkus Santoso hanya menunggu waktu saja. Dan hari ini janji itu sudah terealisasi,” terangnya.

Pencapaian ini, kata Charles, adalah buah dari koordinasi apik antara TNI, Polri dan BNPT. Menurutnya, berkat hasil kerja Satgas Tinombala ini membuat kekuatan kelompok Santoso di Poso kian lemah dan terdesak.

“Harus diakui bahwa ini keberhasilan operasi yang dilakukan karena koordinasi yang apik antara TNI, Polri dan BNPT,” jelas anggota Komisi I DPR ini.

Sebelumnya, Tito mengakui salah satu dari dua orang tewas tersebut memang memiliki ciri khas seperti Santoso yaitu memiliki tahi lalat di dahi. Namun, ia belum dapat memastikan apakah benar yang tewas tersebut merupakan Santoso.

“Kami belum tahu siapa dua orang ini. Memang ada tanda-tanda tahi lalat di dahinya yang menjadi ciri khas Santoso. Tapi sekali lagi saya belum bisa konfirmasi, teman-teman juga sedang melakukan evakuasi untuk identifikasi siapa yang bersangkutan,” kata Tito usai menghadiri makan malam bersama Perdana Menteri Selandia Baru di Istana Negara, Jakarta, Senin (18/7) malam.

Tito menyatakan, selain diketahui satu orang tewas tersebut memiliki tahi lalat di dahi, terlihat pula satu orang yang tewas tersebut memiliki janggut. Dengan artian, dari dua ciri tersebut mengarah ke Santoso. Namun, mantan Kapolda Metro Jaya tersebut menyatakan akan terlebih dahulu membawa jenazah ke RS Bhayangkara di Palu untuk diidentifikasi lebih lanjut.

“Ya ada jenggotnya juga. Tapi saya pikir jangan berspekulasi dulu, biarkan teman-teman melakukan evakuasi, segera dibawa ke RS Bhayangkara di Palu, dibersihkan kemudian orang yang mengenali Santoso akan dibawa apakah betul dia. Kemudian setelah itu kami tes yang lain, tes DNA yang lain,” katanya. [rnd]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge