0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tergusur dari Rumah, Bu Tukiman Bersepeda 45 Menit ke Tempat Kerja

timlo.net/ichsan rosyid
Salah satu pemilik hunian liar membongkar rumahnya yang terbuat dari triplek dan seng. Rumahnya terpaksa dibongkar karena tanah yang ditempatinya akan digunakan untuk pasar darurat Rejosari (timlo.net/ichsan rosyid)

Timlo.net — Ibu Tukiman (70) hanya bisa terdiam melihat perabotnya dimuat ke mobil pick up Mitsubishi L300 di depan rumahnya. Tak banyak barang yang ia miliki. Seluruh isi rumahnya cukup diangkut di mobil berwarna coklat tua itu.

“Saya pindah ke bantaran rel kereta di Kalioso,” tutur wanita yang sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci itu.

Rumah kayu di sebelah Timur Pasar Rejosari itu terpaksa dibongkar lantaran akan digunakan untuk menampung pedagang Rejosari di Pasar Darurat. Perasaan berat tampak jelas dari raut wajahnya. Tak heran, sudah 10 tahun ia tinggal di rumah sederhana itu.

Keputusan pindah ke tempat baru memang tidak ringan baginya. Jarak yang harus ia tempuh untuk bekerja setiap hari menjadi kian jauh. Kalau biasanya ia cukup 10 menit bersepeda untuk mencapai tempat kerjanya, kini ia harus menempuh perjalanan minimal 45 menit berkawan truk dan bus.

Suaminya pun kini menganggur. Dahulu ia sempat bekerja selama 32 Tahun di Rumah Sakit Umum Daerah di Banjarsari sebagai karyawan kontrak. Namun pengabdiannya selama puluhan tahun seolah tak berarti. Setelah habis masa kontrak, ia tak mendapat pekerjaan lagi. Uang pensiun pun tak pernah ia terima.

“Ya beginilah nasib orang tidak punya rumah. Kita seperti burung. Diusir dari satu pohon, hinggap di pohon lain,” tuturnya.

Bukan pertama kali ini Tukiman tergusur dari rumahnya. Sebelumnya ia pernah tergusur ketika tinggal di belakang SMA Negeri Warga. Kondisinya sama, ia terusir dari rumahnya karena dampak pembangunan.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge