0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Lahan Dipakai Pasar Darurat, Warga Terpaksa Bongkar Rumah

Salah satu pemilik hunian liar membongkar rumahnya yang terbuat dari triplek dan seng. Rumahnya terpaksa dibongkar karena tanah yang ditempatinya akan digunakan untuk pasar darurat Rejosari (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Sebanyak empat hunian liar di lahan Pasar Darurat Rejosari mulai dibongkar pemiliknya, Senin (18/7). Mereka hanya diberi waktu lima hari sejak menerima ongkos bongkar Sabtu (16/7) lalu untuk meninggalkan rumah yang telah bertahun-tahun jadi tempat bernaung mereka.

“Maksimal besok Rabu sudah harus bersih. Barang-barang mulai kita pindahkan ke rumah baru, yang ini kita bongkar,” kata salah satu pemilik hunian liar, Ari Prasetyo di sela-sela kesibukannya membongkar rumah.

Salah satu pemilik hunian liar membongkar rumahnya yang terbuat dari triplek dan seng. Rumahnya terpaksa dibongkar karena tanah yang ditempatinya akan digunakan untuk pasar darurat Rejosari1

Awalnya, setiap hunian mendapat ongkos bongkar sesuai luasan lahan yang ditempati. Namun setelah warga menemui pihak Pemerintah Kota Solo, akhirnya diputuskan setiap KK mendapat Rp 5 Juta untuk ongkos bongkar.

“Kalau dihitung per luasan, kasihan yang rumahnya kecil. Saya minta dibagi rata saja, masing-masing Rp 5 juta. Ternyata dikabulkan,” kata dia.

Ari Prasetyo membongkar atap rumahnya yang dibangun di atas lahan yang digunakan untuk Pasar Darurat Rejosari11

Uang tersebut oleh warga digunakan untuk mengontrak rumah lain. Tentunya, dengan jumlah uang yang diterima, setiap keluarga hanya bisa mengontrak rumah berukuran besar hingga besar selama satu tahun atau dua tahun bila beruntung mendapat harga yang miring.

“Saya mengontrak di Dagen, dekat sini. Nanti kalau sudah habis (masa kontrak) nggak tahu bagaimana,” kata dia.

Ari Prasetyo membongkar atap rumahnya yang dibangun di atas lahan yang digunakan untuk Pasar Darurat Rejosari

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge