0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pendaki Merapi Asal Rusia Paling Sulit Diatur

dok.timlo.net/nanin
Pendaki Gunung Merapi (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Petugas Balai Taman Nasional Gunung Merapi Resort Selo sering dibuat kesal dengan ulah pendaki mancanegara dari Rusia. Pasalnya, pendaki asal Rusia selama ini paling sulit diatur.

“Mereka sering menolak membayar restribusi dan menolak menggunakan guide, dengan alasan bisa jalan sendiri,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) Resort Selo, Suwignya, Senin (18/7).

Dijelaskan, untuk tarif, antara pendaki lokal dan mancanegara berbeda. Untuk pendaki lokal atau nusantara, mereka dikenakan tarif per orang sebesar Rp 18.500 pada hari libur dan Rp 16.000 pada hari biasa. Sedang untuk pendaki manca dikenakan tarif Rp 225 ribu pada hari libur dan Rp 101 ribu pada hari biasa. Tarif tersebut sudah termasuk asuransi.

Sementara pada musim liburan kali ini, jumlah pendaki baik lokal maupun mancanegara jumlahnya meningkat. Untuk pendaki mancanegara, yang beradal dari Malaysia, Singapure dan sejumlah negara Eropa, mencapai 30-an pendaki.

“Untuk pendaki lokal jumlahnya mencapai seribuan orang,” imbuhnya.

Di sisi lain, pihaknya tetap meminta pendaki untuk berhati-hati dan mewapadai cuaca. Meski saat ini sudah memasuki musim kemarau,  namun hujan masih turun di Gunung Merapi.

“Paling utama tidak boleh mendaki sampai Puncak, hanya boleh sampai Pasar Bubrah,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge