0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Peserta Kejuaraan Dunia Tenis Meja Difabel Berkurang, Ini Penyebabnya

dok.timlo.net/aryo yusri atmaja
Panitia Kejuaraan Dunia Tenis Meja difabel bertajuk Indonesia Open 2016 (dok.timlo.net/aryo yusri atmaja)

Solo — Serangan bom bunuh diri di Mapolresta Solo pada Selasa (5/7) lalu, cukup berdampak terhadap dunia olahraga. Ya, kejuaraan dunia tenis meja difabel yang diselenggarakan di GOR Raden Mas Said, Selasa-Sabtu (19-23/7) menjadi berkurang jumlah negara pesertanya.

Dari semula negara yang menyatakan kesiapan hadir sebanyak 15 termasuk tuan rumah Indonesia. Empat negara pun langsung membatalkan diri mengikuti kejuaraan ini akibat bom bunuh diri di Polresta Solo. Alhasil kini kejuaraan tersebut akan diikuti 11 negara termasuk Indonesia.

“Insiden di Mapolresta kemaren membuat sejumlah negara cancel hadir yakni Aljazair, Botswana, Chile, dan Turki. Jepang dan Korsel juga sempat mau cancel, namun berkat negosiasi dari Jakarta akhirnya tetap ikut bertanding besok,” ujar Ketua Bidang Pertandingan, Rima Ferdianto, Senin (18/7) siang.

Sementara terkait bentuk pengamanan, panpel Kejuaraan tetap akan berkoordinasi dengan Polres Karanganyar. Pengamanan akan dilakukan berupa menempatkan lima anggota keamanan di tiap titik-titik venue.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge