0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tampil di Istanbul, Presiden Turki Kritik Usaha Kudeta

Recep Tayyip Erdogan (merdeka.com)

Timlo.net—Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan terbang ke Istanbul setelah sekelompok pasukan militer mengaku telah mengambil alih negara itu. Dia terlihat dikelilingi oleh para pendukungnya dan berkata jika usaha kudeta itu merupakan tindakan pengkhianatan dalam sebuah pidato yang disiarkan secara langsung di TV.

Kelompok bersenjata itu awalnya mendeklarasikan jika dewan perdamaian memerintah negara itu saat ini dan ada jam malam serta darurat militer. Tapi Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim berkata jika sebagian besar situasi berada di bawah kendali dan zona larangan terbang diterapkan di ibukota Ankara.

Dia berkata jika hingga saat ini ada 130 orang yang ditahan dan dia memerintahkan militer untuk menembak jatuh pesawat yang digunakan untuk kudeta. Sebelumnya, salah satu helikopter diterbangkan oleh militer dalam usaha kudeta ditembak jatuh.

Bandara utama Ataturk di Istanbul sekarang berada di bawah kendali militer dan penerbangan yang sebelumnya terganggu akan mulai dilanjutkan mulai dari pukul 6:00 waktu setempat. Para prajurit sebelumnya terlihat di beberapa titik strategis di Istanbul, dan beberapa jet terbang rendah di Ankara. Dua ledakan besar juga terdengar di Taksim Square, Istanbul. Beberapa laporan menyatakan adanya ada ledakan di gedung parlemen di Ankara. Ada juga pemberitaan yang belum dikonfirmasi jika beberapa warga meninggal dalam bentrokan. Stasiun TV CNN Turk dikabarkan diduduki militer dan siaran langsung dihentikan.

Di Washington, Amerika Serikat Presiden Barack Obama mendesak semua pihak di Turki untuk mendukung pemerintahan yang dipilih secara demokratis. Sementara Nato meminta adanya penghormatan penuh terhadap lembaga-lembaga demokratis yang ada di Turki.

Sumber: BBC.

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge