0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Impor Daging Kerbau Dinilai Belum Mendesak

merdeka.com
ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net – Badan Pusat Statistik (BPS) menilai rencana impor daging kerbau tidak terlalu mempengaruhi kebutuhan daging. Sebab, daging kerbau hanya dikonsumsi oleh sebagian kecil masyarakat di Indonesia.

“Tidak banyak penduduk yang mengonsumsi, paling hanya masyarakat di bagian Pantai Utara. Jadi tidak akan signifikan terhadap kebutuhan perdagingan di Indonesia,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Sasmito Hadi Wibowo di Jakarta, Jumat (15/7).

Dia menilai, pengaruh daging kerbau baru akan terlihat ketika penjualan sudah mencapai 100 persen.

“Daging kerbau itu seperti jengkol lah. Kalau pertumbuhannya sudah 100 persen baru bisa terlihat pengaruhnya. Apakah ganggu inflasi atau ekspor impor. Kalaupun ada tidak terlalu signifikan,” imbuhnya.

Menurutnya, yang paling bisa mempengaruhi kebutuhan daging di Indonesia untuk menggantikan daging sapi adalah daging ayam dan ikan. Sebab, semua kalangan masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan kedua daging tersebut.

“Jadi kuncinya harus memilih ayam dan telur ayam yang baik. Apalagi kalau ikan kita tinggal tangkap sendiri,” jelas Sasmito.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pengolahan Daging Indonesia (National Meat Processor Association/NAMPA), Ishana Mahisa mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo dalam mengimpor daging dari India. Menurutnya, hal ini bisa menekan harga daging impor di Indonesia.

Menurutnya, India mengekspor daging kerbau dan bukan daging sapi. Kemudian, daging dari India juga tanpa tulang serta harganya lebih murah dan bisa membuat eksportir negara lain ikut menurunkan harga.

“Daging India murah, yang untuk industri saja USD 3,2 atau Rp 40.000 per kilogram. Daging Australia itu sekitar Rp 57.000. Ini solusi presiden tepat. Karena pada waktu daging kerbau India masuk pasti Australia juga ikut menurunkan harga,” kata Ishana.

[bim]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge