0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Walikota: Penerapan SSA Tak Perlu Sosialisasi Khusus

Walikota Solo FX hadi Rudyatmo (timlo.net)

Solo — Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo menilai penerapan Sistem Satu Arah (SSA) tidak memerlukan sosialisasi secara khusus kepada warga. Sosialisasi cukup dilakukan kepada pengguna jalan selama 30 hari sebagaimana diatur dalam undang-undang.

“Sosialisasi ya pelaksanaan selama 30 hari itu,” kata Walikota Hadi Rudyatmo ketika membicarakan tentang SSA di Jalan Slamet Riyadi ruas Purowsari-Gendengan, Rabu (13/7).

Menurutnya, Pemkot tidak perlu mensosialisasikan secara khusus kepada warga setempat untuk mensosialisasikan SSA. Pasalnya, pengguna jalan tidak terbaas kepada warga saja melainkan masyarakat secara umum.

“Jadi tidak dengan mengumpulkan warga untuk sosialisasi,” kata dia.

Menurutnya, penerapan sistem rekayasa lalu lintas seperti SSA berbeda dengan pembangunan. Karena penerapan SSA merupakan pelaksanaan dari rekayasa lalu lintas. Sedangkan pembangunan gedung atau fasilitas lainnya memang memerlukan tahap sosialisasi kepada warga di sekitar proyek pembangunan.

“Pembangunan Sky Bridge beda dengan penerapan SSA,” kata dia.

Terkait penolakan dari sebagian warga Laweyan, ia menilainya sebagai hal yang wajar. Setiap kebijakan pasti ada pro-kontra.

“Silakan saja kalau tidak setuju. Itu hak kok. Tapi kebijakan ini terus kita jalankan,” kata Walikota.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Solo Yosca Herman Sudrajat menegaskan, jalan merupakan milik umum. Bukan milik warga setempat. Ia mengakui pemahaman tersebut belum bisa diterima oleh kebanyakan orang.

“Masih banyak yang merasa jalan itu miliknya. Ini jalan kampungnya. Padahal jalan itu pada dasarnya jalan semua orang,” kata dia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge