0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rudy: Kalau Mau Bangun Hotel dan Mall, ya di Solo Utara

dok.timlo.net/daryono
Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo (dok.timlo.net/daryono)

Solo — Invesasi baru di Kota Solo selama semester pertama 2016 mencapai Rp 3,9 triliun. Dari total tersebut, sektor perdagangan dan reparasi menjadi penyumbang terbesar penanaman modal baru di Solo.

“Sektor industri memang tidak diminati karena lahan kita terbatas,” kata Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Toto Amanto, Rabu (13/7).

Ia merinci, sektor perdagangan dan reparasi mencatatkan investasi baru sebesar Rp 1,47 triliun sebagai penyumbang terbesar. Sementara peringkat dua dari sektor transportasi dan komunikasi tercatat sebesar Rp 853,6 miliar. Selanjutnya ada sektor perhotelan, restoran dan jasa lainnya sebesar Rp 807 miliar.

“Sampai akhir tahun nanti saya yakin akan terus meningkat,” kata dia.

Dijelaskan, mulai tahun ini Pemkot Solo akan mengarahkan para pemilik modal untuk mengembangkan wilayah utara Solo. Selama ini, Solo utara jauh tertinggal dari Solo selatan.

Sebagai daya tarik, Pemkot Solo akan memberi berbagai insentif bagi investor yang menanamkan modalnya di Solo utara. Di antaranya seperti pembayaran retribusi dengan sistem angsuran.

“Jadi bisa diangsur dalam waktu tiga bulan,” kata dia.

Fasilitas tersebut, tambahnya, tidak akan diberikan kepada pengusaha di Solo tengah atau Solo selatan. Wilayah tersebut selama ini sudah sangat maju bahkan cenderung terlalu padat. Bahkan Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo sudah tidak lagi mengizinkan pembangunan hotel dan toko modern di wilayah Solo selatan.

“Kalau mau mbangun hotel atau mall ya di Solo utara,” tegas Rudy, sapaan akrab Walikota Solo.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge