0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Malu Belum Nikah, Indriani Nekat Buang Bayinya

foto: Heru
Penemuan bayi di Jebres, Solo (foto: Heru)

Solo — Seorang wanita bernama Indriani Cahyaningtyas terpaksa meringkuk di balik jeruji besi Polsek Jebres. Perempuan asal Madiun ini dicokok di rumahnya pada Jumat (8/7). Dia ditangkap lantaran membuang bayi pada Jumat (1/7) silam, di Gang Mendung, Jalan Ir Sutami, Kecamatan Jebres, Solo.

“Saya malu kalau pulang ke Madiun bawa bayi, saya belum menikah,” papar wanita 21 tahun itu.

Kejadian ini berawal saat perkenalan Indriyani dengan seorang supir Bus berinisial R (21). Indriyani yang bekerja di sebuah toko di Yogyakarta kerap bertemu dengan R setiapkali melakukan perjalanan dari Madiun ke Yogyakarta.

Diantara keduanya terjalin hubungan asmara, hingga akhirnya Indriyani hamil. Namun tak dinyana, R yang semula mengaku seorang bujangan ini ternyata telah beristri, dan memiliki anak di Surabaya.

“Ternyata sudah beristri, punya anak, istrinya juga sedang hamil di Surabaya,” kata Indriyani.

Indriyani akhirnya mengaku kepada orangtuanya jika dirinya hamil. Untuk menghibdari cemooh dari tetangga selama kehamilan perempuan ini tak pernah pulang ke Madiun. Selama tinggak di Yogyakarta, dia mengaku sudah menikah dan dalam kondisi hamil.

Jelang persalinan, Indriyani memutuskan untuk cuti dan kos di kawasan Gumpang, Kartosuro, Sukoharjo. Pada Selasa (1/7), di kamar mandi kos itulah bayi mungil berukuran 48 sentimeter tersebut lahir.

“Saya ditolong tetangga kos karena bayi sudah terlanjur lahir, saya dibawa ke RS Yarsis Solo untuk dikiret,” kata dia.

Seminggu kemudian, setelah kesehatannya pulih, Indriyani memutuskan untuk pulang ke Madiun. Namun ditengah jalan dirinya berubah pikiran dan memilih membuang bayi tersebut.

Kapolsek Jebres Kompol Edison Pandjaitan, melalui Kanitreskrim AKP Widodo menerangkan, titik terang penangkapan pelaku ini didapatkan setelah ada seorang saksi yang melaporkan mengenali baju dan selendang yang dikenakan menggendong bayi.

“Setelah diliput wartawan, ada yang mengaku mengenali selendang yang dipakai membungkus bayi tersebut, kemudian melapor kepada kami. Dari pengakuan saksi yang merupakan tetangga kost pelaku, ditelusuri dan diperoleh identitas pelaku,” kata Widodo.

Saat ini bayi tersebut masih dirawat di Poliklinik Bhayangkara Solo. Rencananya bayi tersebut akan diambil oleh ibu dan ayah dari pelaku pembuangan bayi.

“Masih diurus untuk surat pemulangan bayi tersebut,” imbuh dia.

Pelaku dikenakan tindak pidana penelantaran anak pasal 76B juncto 77B, undang-undang no 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak,  dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge