0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jus Delima Bantu Lawan Penuaan

Dok: Timlo.net/ Google Images
Buah Delima. (Dok: Timlo.net/ Google Images)

Timlo.net—Delima menurut para peneliti memiliki potensi untuk meningkatkan kekuatan otot dan menolong melawan penuaan. Penelitian menunjukkan jika kita minum jus delima, tubuh kita akan memproduksi sebuah molekul disebut Urolithin A. Molekul ini diubah oleh mikroba di perut kita dan bermanfaat untuk menolong sel-sel otot melindungi diri sendiri dari penuaan dan juga meningkatkan massa otot.

Saat kita menua, sel-sel kita kesulitan untuk mendaur ulang mitokondria, pusat energi di dalam sel. Sel-sel juga kesulitan menjalankan fungsi vital mereka. Penurunan kinerja ini mempengaruhi kesehatan jaringan termasuk jaringan otot yang perlahan-lahan melemah dan akhirnya menyebabkan berbagai penyakit yang berhubungan dengan penuaan.

Urolithin A ditemukan bisa mengaktifkan kembali kemampuan sel untuk mendaur ulang komponen-komponen mitokondria yang cacat. “Molekul ini dikenal sebagai satu-satunya yang bisa menjalankan kembali proses pembersihan mitokondria, yang disebut juga sebagai mitophagy,” kata Patrick Aebischer, Presiden Ecole Polytechnique Federale de Lausanne, sebuah institusi penelitian di Switzerland.

“Molekul itu benar-benar merupakan zat alami dan efeknya kuat dan terukur,” tambahnya.

Untuk penelitian itu, tim itu menguji hipotesa mereka pada cacing nematode C.elegans yang sudah tua. Masa hidup cacing itu naik 45 persen setelah terpapar urolithin A.Dalam penelitian terhadap tikus, tikus yang sudah tua terpapar molekul ini. Daya tahan mereka saat berlari naik 42 persen.

Delima sendiri tidak memiliki molekul ajaib itu, tapi menolong terbentuknya molekul itu. Jumlah molekul yang diproduksi dari hewan atau tanaman berbeda-beda. Hewan atau manusia yang tidak memiliki mikroba yang tepat di perut mereka tidak bisa memproduksi urolithin A.

“Supaya urolithin A bisa diproduksi di dalam usus kita, bakteri harus bisa mengolah apa yang kita makan. Saat pencernaan terjadi, zat yang diproduksi yang bermanfaat untuk kita tergantung dari bakteri yang terlibat,” terang Chris Rinsch, CEO Amazentis, sebuah perusahaan ilmu pengetahuan hidup di Switzerland.

Rinsch juga menambahkan selain delima, yang bisa mendorong produksi urolithin A adalah kacang dan buah beri. Penemuan ini dipublikasikan di jurnal Nature Medicine.

Sumber: Times of India.

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge