0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Play-off Piala Davis, Indonesia Waspadai Tunggal Kedua Sri Lanka

dok.timlo.net/aryo yusri atmaja
Petenis Anggota Tim Davis Indonesia, Aditya Haris Sasongko saat berlatih di lapangan tenis Manahan, Senin (11/7) siang (dok.timlo.net/aryo yusri atmaja)

Solo — Tim Piala Davis Indonesia mulai memetakan kekuatan calon lawannya, Sri Lanka. Indonesia sebagai tuan rumahnya akan menjamu Sri Lanka dalam babak relegation play off Piala Davis Grup II Zona Asia/Oseania, 15-17 Juli mendatang di Stadion Manahan, Solo.

Indonesia dan Sri Lanka terpaksa harus menjalani babak relegation play off tersebut karena kedua negara ini kalah pada babak pertama. Indonesia terjungkal ketika menjamu Vietnam, sedangkan Sri Lanka tumbang di tangan tuan rumah Thailand, Maret silam.

Menghadapi Sri Lanka, Tim Davis Indonesia mulai mengatur strategi dengan mewaspadai tunggal kedua calon lawan mereka. Adalah petenis Harshana Godamanna yang sekaligus merupakan pemain paling senior di timnya. Harshana ini merupakan salah satu petenis andalan Sri Lanka yang menetap di Amerika Serikat.

Meski kini tidak memiliki rangking ATP, tapi dia memiliki jam terbang dan pengalaman yang tidak diremehkan. Pasalnya, dia telah memperkuat tim Davis negaranya sejak 2002 lalu. Rekornya pun terblilang mentereng di Piala Davis dengan 62-22 (tunggal 38-14 dan ganda 24-8), termasuk kemenangan atas bintang tenis dunia, peringkat 125 ATP, Aisam Qureshi (Pakistan) pada 2012 lalu.

“Sebenarnya dia adalah petenis unggulan pertama Sri Lanka. Namun saat ini tidak memiliki peringkat internasional karena sudah tidak aktif mengikuti turnamen,” kata kapten tim Piala Davis Indonesia, Andrian Raturandang, Selasa (12/7).

Dirinya menambahkan bahwa petenis unggulan kedua Indonesia harus bekerja ekstra untuk bisa mengalahkannya. Pihaknya sampai saat ini belum menentukan antara David Agung Susanto dan Aditya Hari Sasongko sebagai petenus nomor dua Indonesia.

“Tetap optimistis dan berpikir positif saja, karena saya sudah mempersiapan para pemain secara maksimal dalam segala aspek dukungan semua pihak. Meskipun peluangnya berat, tapi baik David maupun Aditya memiliki potensi. Terlebih David yang mencatatkan hasil apik dalam turnamen ITF Pro Circuit di India,” tandas Andrian.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge