0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mikirin Anak Lebaran Nggak Pulang, Waginem Nekat Nggantung

dok.timlo.net/red
(Ilustrasi) Korban gantung diri sedang dievakuasi (dok.timlo.net/red)

Sragen — Diduga lantaran stres, seorang perempuan paruh baya, Waginem (47) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Warga Dukuh Gombelan, Desa Tegalrejo, Kecamatan¬†Gondang, Sragen ini diketahui mengidap penyakit yang tak kunjung sembuh.

“Memang selama dua tahun ini korban menderita sakit yang tak kunjung sembuh,” kata Kepala Desa Tegalrejo, Wawan Setyawan, Selasa (12/7).

Saat dihubungi Timlo.net, Kades Wawan tidak menampik kalau korban juga stres memikirkan anak semata wayangnya yang telah lama pergi mengikuti suaminya merantau ke Papua. Karena sesuatu hal pada Lebaran tahun ini anaknya tersebut tidak bisa pulang.

“Mungkin karena pikiran juga. Anaknya Lebaran ini nggak pulang. Ada di Papua,” ujar Wawan.

Peristiwa gantung diri itu diketahui pertama kali oleh ibu korban, Tuminem (80) pada Selasa dinihari. Sebelumnya pada Senin (11/7) malam sekitar pukul 21.00 WIB, Waginem masih terlihat tidur bersama Tuminem.

Tengah malam saat dia bangun mengetahui Waginem tak ada di sampingnya. Kemudian Tuminem berusaha mencari ke seluruh ruangan di rumahnya. Akhirnya dia mendapati korban sudah menjadi mayat dalam posisi menggantung di ruang dapur.

Sementara itu dari hasil pemeriksaan tim medis dan Polsek Gondang, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. Sayangnya pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi terhadap jasad Waginem.

“Tidak ada tanda-tanda penganiayaan,” jelas Kapolsek Gondang AKP Yohanes Trisnanto, mewakili Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge