0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kapal Indonesia Gampang Dibajak Karena Berukuran Kecil?

merdeka.com
Kapal yang disandera militan Abu Sayyaf (merdeka.com)

Timlo.net – Sejumlah kapal berbendera Indonesia menjadi sasaran penyanderaan kelompok bersenjata Abu Sayyaf, Filipina. Dalam kurun waktu beberapa bulan belakangan, sudah empat kali kelompok Abu Sayyaf menyandera warga negara Indonesia (WNI).

Menko Polhukam Luhut Pandjaitan mengungkapkan alasan WNI selalu menjadi sasaran empuk bagi Abu Sayyaf. Selain membawa batu bara, kapal Indonesia juga membawa ikan. Ini juga didukung ukuran kapal asal Indonesia termasuk kecil sehingga mudah dibajak.

“Mungkin karena dua, satu batu bara, satu ikan. Mungkin karena kapal kita kecil tugboat gitu gampang disandera. Kita sedang berpikir menggunakan kapal pengangkut batu bara yang lebih besar sehingga sulit dilakukan pembajakan,” kata Luhut di Jakarta, Selasa (12/7).

Luhut enggan berspekulasi alasan Indonesia menjadi sasaran empuk Abu Sayyaf lantaran disebut-sebut membayar uang tebusan sebagai imbalan pembebasan WNI.

“Saya tidak ingin berandai-andai soal itu,” ujarnya.

Untuk pembebasan WNI, Luhut menegaskan pemerintah terus melakukan segala upaya. Salah satu contohnya, Presiden Joko Widodo telah menghubungi Presiden Filipina Rodrigo Duterte untuk saling berkoordinasi.

“Presiden (Jokowi) sudah menelepon Presiden Filipina dan menulis surat, saya kira itu langkah-langkah yang sudah dilakukan dan Presiden Duterte (Presiden Filipina Rodrigo Duterte) juga sudah memberi respon, kita lihat kan butuh waktu juga, tidak bisa juga seperti balik tangan,” terangnya.

[ang]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge