0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Wacana Penghapusan Retribusi Drainase

Solo Terancam Kehilangan PAD Rp 1 Miliar

(Ilustrasi) Penutupan drainase di Jl letjen Sutoyo (depan SMAN 5 Solo) (dok.timlo.net/daryono)

Solo — Rencana penghapusan retribusi drainasi oleh Walikota Solo mendapat tentangan dari kalangan legislatif. Menurut mereka, Pemkot terancam kehilangan pendapatan asli daerah (PAD) dari penarikan retribusi drainase sebesar Rp 1 miliar dari total retribusi keseluruhan mencapai Rp 5 miliar.

“Selain dapat mencegah banjir akibat penutupan drainase, Pemkot juga berpeluang menambah pendapatan. Jika (retribusi penutupan drainase) dihapus, maka akan kehilangan (PAD) sekitar Rp 1 miliar,” terang Sekretaris Komisi II DPRD Kota Solo, Supriyanto, Selasa (12/7).

Supriyanto menjelaskan, di kawasan Jl Dr Wahidin Laweyan terdapat drainase yang ditutup seluas 6 meter persegi. Jika diakumulasi, total pembayaran yang dilakukan oleh pemilik (penutup saluran drainase —Red) sebesar Rp 2 juta setiap bulan. Artinya, jika terdapat sejumlah titik drainase lain yang ditutup maka pendapatan akan lebih besar.

“Kalau diakumulasi bisa lebih besar. Dan itu merupakan PAD untuk membangun Kota Solo lebih baik,” ujarnya.

Meski begitu, lanjut Supri, sebenarnya biaya retribusi yang dibayarkan akibat penutupan drainase tidak sebanding dengan kerugian masyarakat jika terjadi banjir saat hujan lebat. Sebagaimana kondisi Kota Solo saat hujan dengan intensitas sedang sebagian jalan protocol selalu tergenang. Supri mengatakan, penutupan saluran drainase menjadi salah satu sebabnya.

“Termasuk drainase di Jalan Slamet Riyadi yang ditutup itu juga menyebabkan banjir,” katanya.

Meski begitu, politisi Partai Demokrat ini mengaku ada sejumlah dispensasi bagi warga kurang mampu untuk menutup drainase. Dispensasi tersebut memiliki syarat yaitu mengajukan surat keberatan ataupun mengajukan pengurangan biaya retribusi. Selain itu syarat yang utama adalah pengajuan keringanan biaya retribusi dilakukan oleh masyarakat kurang mampu.

“Kalau benar-benar gak mampu minta dispensasi keringanan retribusi gak masalah. Tapi, yang nutup ini kebanyakan mampu dan dari kalangan menengah keatas,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge