0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Luhut Enggan Jelaskan Cara Pemerintah Bebaskan Sandera

Luhut Binsar Pandjaitan (merdeka.com)

Timlo.net – Pemerintah belum memilih opsi operasi militer untuk membebaskan tiga warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok Abu Sayyaf. Pemerintah juga belum berkeinginan mendesak otoritas Filipina untuk memberikan ijin ke TNI untuk masuk wilayahnya.

“Opsi untuk melakukan operasi militer masih kami kesampingkan karena itu menyangkut masalah konstitusi dari negara lain yang tentu kita harus hormati,” kata Menko Polhukam, Luhut Pandjaitan di Jakarta, Selasa (12/7).

Hal itu disampaikan Luhut usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan. Usai pertemuan dengan Presiden Jokowi tersebut, Luhut menyatakan pemerintah telah memiliki opsi untuk membebaskan tiga WNI. Namun, ia enggan membeberkan opsi apa yang ditempuh pemerintah tersebut.

“Opsi itukan tidak elok juga terus dibuka, karena sedang berjalan. Jadi saya pikir serahkan pada pemerintah kami terus terang sudah punya pilihan-pilihan apa yang akan kami lakukan untuk menyangkut penyanderaan karena ini bukan kasus pertama,” ujarnya.

Luhut menyatakan Presiden Joko Widodo telah menghubungi Presiden Filipina Rodridgo Duterte untuk berkoordinasi dalam upaya membebaskan tiga WNI.

“Presiden Duterte juga sudah memberi respon, kita lihat kan butuh waktu juga. Tidak bisa juga seperti balik tangan,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu juga akan melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Filipina dan Malaysia untuk saling berkoordinasi dalam upaya membebaskan tiga WNI yang kini disandera di wilayah Selatan Filipina tersebut.

[ang]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge