0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Festival Pesona Pasar Tradisi bakal Diterapkan di Seluruh Indonesia

Festival Pesona Pasar Tradisi di Pasar Gede, Solo (dok.timlo.net/red)

Solo — Pagi itu sekitar sepuluh personel grup Sri Katon Mudo membawa suka cita musim panen ke pelataran Pasar Gede, Solo. Mereka tampak bersiap dengan alat musik lesung yang telah dipersiapkan. Lamat-lamat terdengar lagu ciptaan Sunan Kalijogo, Lir Ilir, dengan iringan klotekan sederhana.

“Cah angon, cah angon, penekno blimbing kui. Lunyu-lunyu penekno kanggo mbasuh dodot ira.” syair-syair berbahasa jawa meluncur bersahutan dari mulut mereka, dan membangun suasana sakral namun tetap ceria.

Selanjutnya, tari yang melambangkan pertarungan antara kebaikan dan keburukan dalam karya Bambangan Cakil dibawakan secara atraktif oleh dua penari dari Sarwi Retno Budaya. Mereka mengekplorasi sudut-sudut pasar dengan pendekatan kesenian.

“Kegiatan ini merupakan ajang untuk menyemarakkan pasar tradisional kita dengan pendekatan kesenian,” papar Ketua Pelaksana Festival Pesona Pasar Tradisi, Heru Prasetya, kemarin.

Agenda yang digagas oleh seniman dan budayawan ini mengekplorasi tiga pasar tradisional, diantaranya adalah Pasar Gede, Pasar Kembang, dan Pasar Windu Djenar. Kekayaan pasar tradisional ini diungkap untuk menjadikan pasar sebagai salah satu destinasi wisata.

Selain berhias sesuai dengan karakteristik pasar tradisional, sudut-sudut pasar juga dihidupkan dengan sentuhan kesenian, misalnya dengan tari, musik, pemutaran film, dan pameran foto. Heru menambahkan, di tahun depan, Festival Pesona Pasar Tradisi rencananya digelar di lebih dari tiga pasar tradisional Kota Solo.

Staf Khusus Bidang Kebudayaan Kementerian Pariwisata, Taufik Rahzen, mengatakan, Festival Pesona Pasar Tradisi bakalan dijadikan role model untuk diterapkan di pasar-pasar tradisional di seluruh Indonesia.

Dia menilai, pasar adalah rahim kota sekaligus tempat yang menjadi rekaman peristiwa di masyarakat. Pasar juga merupakan media komunikasi, pusat informasi, dan interaksi.

“Festival ini adalah ajang silaturahim masyarakat kota. Acara ini sebenarnya biasa, tetapi langka,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge