0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

DPP Beri Dispensasi PKL Gatot Subroto

timlo.net/ichsan rosyid
PKL di Jalan Gatot Subroto masih berjualan seperti biasa meski batas waktu yang diberikan sudah habis, Senin (11/7) (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Dinas Pengelola Pasar (DPP) memberi dispensasi kepada PKL di Coyudan untuk terus berjualan sampai pengerjaan proyek pedestrian di kawasan itu dimulai. Meski tenggat waktu untuk PKL sudah habis Senin (11/7), kebijakan tersebut diambil dengan pertimbangan kemanusiaan.

“Ini bukan berarti pemerintah lemah. Kita kan juga harus pertimbangkan mereka mencari nafkah,” kata Kepala Bidang Pengelolaan PKL DPP Solo, Heri Mulyadi, Senin (11/7).

Permohonan dispensasi disampaikan para PKL ketika DPP meninjau Gatot Subroto Senin pagi. Mereka beralasan, pengerjaan proyek belum dimulai sehingga mereka masih bisa berjualan. Meski demikian, menurut Heri, Surat Perintah Kerja kepada pelaksana proyek sudah terbit.

“Seharusnya memang sudah pindah, tapi karena alat-alat kerja proyeknya belum ada, mereka minta mundur,” kata dia.

Penertiban di kawasan Coyudan (Jalan Gatot Subroto dan Radjiman) sebelumnya sudah dua kali disosialisasikan kepada para PKL. Pertama di Gedung Mawar dan  di Balaikota Bulan Juni lalu. Penertiban dilakukan lantaran Pemetintah Kota akan membangun pedestrian di kawasaan tersebut. Para PKL dihimbau agar menempati los-los pasar tradisional yang masih kosong.

“Kita tawarkan di Pasar Kembang, Pasar Ayu, Pasar Kembang, Kadipolo, Penumping, Kliwon, Pasar Gede, dan Rejosariatau di pasar mana saja kalau memang mereka minta dan masih tersedia (los kosong), kita fasilitasi. Tapi biasanya mereka sudah punya alternatif tempat sendiri,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge