0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Teknisi Apple yang Buta Ini Ubah Dunia Teknologi

Jordyn Castor. (Dok: Timlo.net/ Apple.)

Timlo.net—Apple merupakan salah satu perusahaan terkemuka yang membuat produk dan teknologinya tersedia untuk pengguna dengan disabilitas. Fitur-fitur aksesibilitas yang ditawarkan perusahaan itu dianggap melampaui yang ditawarkan oleh para kompetitornya dan hanya sedikit perusahaan yang serius menggarap fitur serupa.

Situs Mashable mempublikasikan cerita tentang teknisi Apple berusia 22 tahun, Jordyn Castor. Dia lahir 15 minggu lebih awal dan buta semenjak lahir. Tidak dibatasi oleh kebutaannya, Jordyn didorong oleh keluarganya untuk mendalami dunia teknologi. Dalam banyak kesempatan, saat dia kecil keluarganya akan memberikan sebuah perangkat teknologi, meminta dia mengajari mereka cara menggunakannya.

Castor sekarang ini mengembangkan fitur VoiceOver. Castor melamar posisinya sebagai teknisi software pada 2015 dalam sebuah job fair yang digelar di Minneapolis, Amerika Serikat (AS). Setelah mendengar hasratnya terhadap aksesibilitas dan Apple sendiri, dia dipekerjakan sebagai tenaga magang untuk pengembangan VoiceOver. Saat masa magangnya selesai, Castor dipekerjakan sebagai teknisi software penuh waktu oleh Apple dan masuk ke dalam tim desain dan kualitas aksesibilitas.

Walaupun memiliki keterbatasan, Castor membuat hidup para pengguna dengan disabilitas lebih mudah dengan fitur VoiceOver dan fitur-fitur aksesibilitas lainnya yang membuat mereka bisa menggunakan produk-produk Apple.

“Saya secara langsung mempengaruhi kehidupan komunitas orang-orang yang buta,”katanya menggambarkan pekerjaannya.

“Hal itu luar biasa,” tambahnya.

Masukan langsung dan saran yang dia berikan menolong Apple membuat produk-produk mereka lebih baik bagi para pengguna dengan disabilitas. Sebagai contohnya, Apple menyadari orang normal bisa melihat Apple Watch kapanpun mereka mau untuk melihat waktu. Hal itu tentunya tidak bisa dilakukan penderita tuna netra. Perusahaan itu menyelesaikan masalah ini di watchOS 3 dengan memasukkan fitur yang memberitahukan waktu lewat getaran.

Castor juga menjadi salah satu orang di balik aplikasi terbaru Apple, Swift Playground. Sebuah aplikasi yang ditujukan untuk anak-anak supaya mereka akrab dengan bahasa kode komputer. Dengan masukan Castor, aplikasi ini bisa diakses anak-anak tuna netra.

“Saya memperoleh banyak pesan Facebook dari orang tua anak tuna netra berkata, ‘Anak saya ingin belajar bahasa pemograman. Apakah Anda tahu bagaimana supaya mereka bisa belajar?’” kata Castor.

“Sekarang setelah aplikasi itu dirilis, saya bisa berkata,’ Tentu saja, tentu saja mereka bisa belajar bahasa pemograman,’” katanya.

Keseriusan Apple ditunjukkan dengan memasukkan fitur-fitur aksesibilitas ke dalam aplikasi dan produk mereka bukan sebagai sesuatu yang spesial tapi sebagai sebuah standar. Hal inilah yang menyebabkan perusahaan itu menerima penghargaan the American Council of the Blind’s Robert S. Bray Award pada 4 Juli 2016 untuk dedikasi mereka dalam inovasi untuk para penyandang tuna netra.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge