0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Paska Ledakan Bom, Warga Solo : Kami Tidak Takut

achmad khalik
Aksi menolak kekerasan di Jalan Slamet Riyadi, Minggu (10/7) pagi (achmad khalik)

Solo — Belasan warga Solo menggelar aksi menolak kekerasan di Jalan Slamet Riyadi, Minggu (10/7) pagi. Aksi yang digelar untuk menyerukan bahwa Solo tetaplah kota nyaman dan tidak terpengaruh dengan aksi bom bunuh diri yang mengguncang pada Selasa (5/7) lalu.

Dalam aksinya, belasan warga Solo ini membawa poster bertuliskan ‘aku wis bakdan, kowe kapan‘ (aku sudah lebaran, kamu kapan), ‘posomu ora tutug nda’ (puasamu tak selesai bung), ‘iki kutho mat-matan, rasa mikir sing pethakilan’ (ini kota nyaman, abaikan yang banyak tingkah), ‘Kutho Solo punjering roso, ojo boros nyowo’ (Kota Solo pusat rasa, jangan boros nyawa). ‘Solo ora gigrik’ (Solo tak pernah gentar) dan masih banyak yang lain.

“Warga Solo tidak takut dengan ancaman teror bom. Solo tetap menjadi kota yang nyaman, meski ancaman teror mengguncang,” terang Koordinator aksi, Budi Budiyanto.

Menurut Budi, ada segelintir orang yang ingin membuat Indonesia tidak nyaman. Bahkan, ia mencap bahwa orang yang membuat keutuhan Indonenesia akibat ulah nekatnya adalah penebar “bisnis ketakutan”. Untuk menghadapi itu, menjaga solidaritas, kerukunan dan kebersamaan sekaligus menyadari keanekaragaman Indonesia adalah sebuah modal persatuan bangsa.

Selain digelar di Jalan Slamet Riyadi, aksi tersebut juga digelar di dua tempat berbeda yakni di Perempatan Ngarsopura dan Bundaran Gladag, Solo.

Dalam aksi kultural yang diselenggaran, juga diisi dengan beberapa atraksi seni untuk menunjukkan bahwa Solo tetap aman dan nyaman. Ada atraksi pantomin, ada musik jalanan, tarian ledhek gogek, hingga tarian dan pentas musik.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge