0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Remaja Tewas Terseret Ombak Pantai Selatan

Ilustrasi orang tenggelam (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Seorang wisatawan asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tewas tenggelam di Pantai Cilangkob Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, saat berenang di pantai paling selatan tersebut.

Informasi yang dihimpun dari petugas Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Sukabumi Wilayah Selatan, korban diketahui bernama Kiki Riyandi (17) warga Kampung Cigombong RT 03 RW 03 Kecamatan Takokak.

Saat kejadian, korban bersama rekannya nekat berenang di kawasan yang tidak ada penjaga pantainya, karena lokasi tersebut merupakan salah satu kawasan hutan lindung.

“Informasinya, saat kejadian air laut tengah surut sehingga korban dan rekannya memanfaatkan hamparan batu karang sepanjang 200 meter untuk menuju tengah laut. Namun, karena di lokasi tersebut arus bawah lautnya cukup deras akhirnya korban tersedot dan tenggelam,” kata Koordinator Wilayah Selatan Balawista Kabupaten Sukabumi Dadang Hermawan, Sabtu (9/7).

Kejadian tenggelam korban sekitar pukul 14.35 WIB. Setelah rekan korban melapor, tidak lama jasad korban berhasil dievakuasi oleh anggota SAR dari Pos TNI Angkatan Udara dalam keadaan meninggal dunia.

Saat ditemukan korban masih memakai kaos hitam, celana panjang jenis jins dan menggunakan gelang tangan bertuliskan Burgerkill. Jasad korban langsung dibawa ke Puskesmas Wisata yang tidak jauh dari lokasi musibah untuk divisum.

Namun pihak Balawista menyayangkan baik di lokasi wisata maupun di Puskesmas Wisata itu tidak ada ambulans. Sehingga jasad korban lama berada di puskesmas tersebut dan baru dibawa ke pihak keluarganya setelah mobil ambulans dari Puskesmas Takokak datang membawa jasad korban.

“Kasus kecelakaan laut ini harus menjadi perhatian seluruh pihak, apalagi saat musim liburan ribuan wisatawan datang ke Pantai Ujunggenteng untuk berwisata, tapi sayangnya tidak ada satupun ambulans yang bersiaga di objek wisata itu,” ujar dia.

Dadang mengatakan, sebenarnya lokasi musibah tersebut bukan daerah layak untuk berenang, walaupun masih masuk lokasi wisata, karena di lokasi tidak ada penjagaan dari lifeguard. Padahal setiap wisatawan yang masuk atau pun berkunjung ke lokasi itu harus membayar tiket masuk.

“Seharusnya, jika ada tarif retribusi, pihak pengelola harus menyediakan sarana keamanan dan penjagaan bagi wisatawan agar pengunjung yang datang ke lokasi tersebut bisa terpantau aktivitasnya oleh petugas,” tandasnya.

[gil]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge