0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

ISIS Larang Sepak Bola, Penggal 4 Pesepakbola

Dok: Timlo.net/ Mirror.co.uk
Tim sepak bola salah satu korban pemenggalan ISIS. (Dok: Timlo.net/ Mirror.co.uk)

Timlo.net—ISIS memenggal kepala empat anggota tim sepak bola setelah mendeklarasikan jika olahraga sepak bola adalah olahraga anti Islam. Kelompok teroris itu melarang olahraga sepak bola saat mereka mengambil alih Raqqa di Suriah lebih dari dua tahun lalu.

Para penggemar olahraga itu dulunya sering memadati stadion terbesar di kota itu setiap kali pertandingan sepak bola diadakan. Tapi awal minggu ini, masyarakat berkumpul untuk menyaksikan eksekusi empat pria muda yang dituduh sebagai mata-mata pasukan Kurdi YPG. Pria kelima yang tidak diketahui identitasnya juga dibunuh.

Grup “Raqqa is Being Slaughtered Silently” memposting foto-foto ketiga korban di akun Twitter mereka sebelum ISIS menyerbu kota itu. Rupanya ketiga pria itu adalah pesepakbola. Keempat orang yang dieksekusi adalah Osama Abu Kuwait, Ihsan Al Shuwaikh, Nehad Al Hussein dan Ahmed Ahawakh.

“Osama Abu Kuwait adalah seorang pemain untuk tim Al Shbab di Raqqa dipenggal oleh ISIS,” tulis salah satu tweet.

Tweet lain bertuliskan, “Foto dari Ihsan Al Shuwaikh, seorang pemain tim Al Shbab di Raqqa dipenggal oleh ISIS.”

Kelompok itu memposting foto seorang pemain sepak bola dengan timnya yang berseragam merah berdiri di depan fansnya di stadion. “ISIS menuduh mereka mata-mata untuk Kurdi, foto Nehad Al Hussein nomor 12, #Raqqa #Syria #ISIS,” tulis caption dalam foto itu.

Kelompok itu awalnya menyatakan ada tiga pemain yang terbunuh oleh kelompok teroris tapi kemudian menambahkan ada orang keempat yang turut dieksekusi. Kejadian ini bukanlah yang pertama di mana ISIS mentarget olahraga sepak bola. Tahun lalu kelompok teroris itu mengeksekusi 13 remaja pria karena menonton pertandingan sepak bola Asian Cup antara Irak dan Yordania.

Para penggemar sepak bola ini tertangkap menonton pertandingan itu di kota Mosul, Irak yang dikuasai oleh ISIS.

Sumber: Mirror.co.uk

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge