0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Belasan Wanita Jadi Korban Perkosaan di Festival Musik di Swedia

Demo serangan Cologne di Jerman. (Dok: Timlo.net/ Metro.co.uk)

Timlo.net—Belasan wanita melaporkan menjadi korban perkosaan atau serangan seksual dalam dua festival musik di Swedia, akhir pekan lalu, ujar polisi di negara itu, Selasa (5/7).

Inspektur polisi Leif Nystrom berkata ada 32 laporan serangan yang dilakukan oleh gerombolan pria muda dalam festival yang diadakan selama tiga hari di kota Karlstad, 300 km dari ibukota negara itu, Stockholm. Korban termuda dikatakan berusia 12 tahun. Polisi berhasil mengidentifikasikan tujuh pria muda yang ingin mereka interogasi.

Sementara itu di Norrkoping, polisi berkata kepada media lokal jika mereka menyelidiki lima kasus dugaan perkosaan dan lebih dari belasan serangan seksual di Bravalla Festival di kota itu. Setelah tampil di Norrkoping, band rock asal Inggris Mumford & Sons memposting di halaman Facebook mereka jika mereka terkejut dan merasa jijik dengan pemberitaan terkait serangan seksual dan perkosaan itu.

Band itu berkata jika mereka tidak akan tampil di Bravalla lagi kecuali polisi dan penyelanggara bisa memastikan jika mereka melakukan sesuatu untuk melawan tingkat kejahatan seksual yang tinggi di negara itu.

Perdana Menteri Swedia, Stefan Lofven menggambarkan situasi yang mereka alami sebagai sesuatu yang tidak bisa diterima dan hukum terhadap serangan seksual akan diperketat. “Kami dalam proses untuk mengulas hukum itu. Merupakan hal yang penting jika kami terus memastikan jika polisi, pendakwa dan pejabat lain diperlengkapi dengan lebih baik untuk menyelidiki kejahatan semacam ini dan benar-benar menangkap para pelakunya,” katanya dalam sebuah seminar politik.

Nystrom berkata kepada the Associated Press jika polisi berhasil mengidentifikasikan para pelaku dalam event di Karlstad tapi belum ada pihak yang ditahan. Dia menolak mengungkapkan jika para terduga ini atau kejahatan seksual ini dilakukan orang para imigran atau orang asing.

Dia berkata di Karlstad, laporan serangan seksual meliputi kasus pelecehan di mana para korban disentuh secara tidak pantas tapi tidak ada laporan soal perkosaan atau usaha perkosaan.

“Kami ingin menangkap para pelaku karena kami perlu bicara dengan mereka. Jumlah kasus semacam ini sedikit meningkat sejak tahun lalu, tapi saya tidak yakin jika hal ini merupakan masalah yang umum terjadi di festival,” katanya.

Juru bicara kepolisian Norrkoping Thomas Agnevik menjelaskan kronologi salah satu kasus perkosaan. “Ada banyak orang berdiri berdekatan saat seorang wanita berusia 20-an berkata dia diperkosa seseorang yang muncul dari belakangnya di Bravalla Festival,” katanya.

Wanita itu berhasil melarikan diri tapi dia syok dan tidak bisa menggambarkan sang pelaku dan tidak ada saksi mata. Agnevik tidak memberikan informasi detil terkait pelaku kecuali jika para pelaku adalah pria muda.

Polisi memberikan gelang-gelang di festival Bravalla dengan tulisan, “jangan menyentuh,” tapi beberapa penonton festival merasa skeptis. “Merupakan hal yang sangat baik untuk menunjukkan jika serangan seksual adalah sesuatu yang perlu kita hadapi walaupun saya merasa gelang bukanlah hal yang akan menolong dalam jangka panjang,” kata Amanda Brown.

Awal tahun ini, polisi Swedia dituduh menutupi-nutupi kasus pelecehan seksual yang marak terjadi terhadap para gadis remaja di sebuah festival musik yang digelar tahun lalu. Kasus ini muncul ke permukaan pada Januari 2016 saat harian Swedia, Dagens Nyheter melaporkan ada serangkaian serangan seksual dan perampokan di malam tahun baru di Cologne, Jerman.

Di Denmark, ada festival musik rock tahunan yang digelar seminggu, dihadiri oleh 130 ribu orang. Polisi berkata ada lima kasus dugaan perkosaan atau serangan seksual. Petugas polisi berkata jika kasus semacam ini yang umum terjadi di sebuah acara sebesar itu.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge