0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Persija Menjamu Madura United di Manahan

Solo – Mapolresta Solo mendapat serangan teror berupa bom bunuh diri pada Selasa (5/7) kemarin. Kendati aksi terorisme kembali menyelimuti Solo, hal ini tak akan mempengaruhi rencana kepindahan Persija Jakarta ke Stadion Manahan sebagai markasnya, setelah terusir dari Gelora Bung Karno.

Panitia pelaksana (Panpel) sepak bola Solo optimistis tak ada pengaruhnya insiden di Mapolresta Solo dengan pertandingan Persija maupun Persis. Rencananya, tim Macan Kemayoran mengawali laga kandang di Solo saat menjamu Madura United, 24 Juli mendatang.

Ketua panpel Solo, Heri “Gogor” Isrant dalam waktu dekat akan berkomunikasi dengan pihak kepolisian Kota Solo . Rencananya, Senin (11/7) panpel bertemu dengan Kapolresta Solo Kombes Pol Achmad Lutfi. Pertemuan itu dilakukan sebelum pihaknya duduk bersama dengan manajemen serta panpel Persija.

“Kondisi Kota Solo sudah kondusif sejak adanya bom lalu. Aparat juga sigap setelah terjadi teror di markas mereka. Sepak bola sebagai alat pemersatu bangsa. Sehingga nanti bisa kita buktikan jika Kota Solo benar-benar aman meski sempat ada bom bunuh diri. Kami yakin dapat ijin,” terang Gogor, Jumat (8/7).

Persija Jakarta sendiri harus mengungsi ke Solo, karena mendapat hukuman dari operator ISC A. Suporter Persija berbuat aksi anarkis saat timnya bertanding kontra Sriwijaya FC pada 24 Juni lalu. Stadion Manahan pun kini menjadi rumah kedua bagi Ismed Sofyan dkk.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge