0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Warga Antusias Berebut Gunungan

Warga berebut gunungan di keraton Kasunanan (foto: David)

Solo – Keraton Kasunanan Solo menggelar ritual Grebeg Syawal, Jumat (8/7) siang. Grebeg Syawal ini sebagai penanda dimulainya bulan Syawal dalam penanggalan Jawa.

“Acara ini memang rutin diadakan setiap tahunnya, untuk penanda datangnya bulan Syawal,” ungkap Wakil Pengageng Sasono Wilopo, Kanjeng Pangeran Winarno Kusumo, disela acara berlangsung.

Grebeg Syawal yang diawali dengan arak-arakan sepasang gunungan dari dalam keraton menuju halaman Masjid Agung Solo tersebut dimulai pada pukul 10.00 WIB. Sekitar puluhan orang tampak mengusung sepasang gunungan tersebut.

Gunungan pertama atau yang biasa disebut Gunungan Jaler, berisi hasil bumi seperti kacang panjang, wortel, cabai merah besar, tebu, telur asin, klenyem (dari bahan singkong diisi gula jawa). Sedangkan Gunungan kedua yang disebut Gunungan Estri berisi rengginang yang ditusuk dengan bilah bambu dan di bawahnya terdapat berbagai jenis makanan di antaranya biskuit, kerupuk, dan pisang.

Sepasang Gunungan tersebut diapit Abdi Dalem Keraton Kasunanan. Di barisan peling depan terdapat Drumband yang dilakukan oleh Prajurit Keraton.

Sesampai di halaman Masjid, Gunungan tersebut kemudian didoakan, dan diarak kembali kedalam Keraton. Sesampai di halaman Keraton, Gunungan tersebut langsung menjadi rebutan warga yang hadir.

“Filosofinya adalah Keraton berbagi sedekah dengan para rakyat, juga bisa diartikan manunggalnya penguasa dan rakyatnya,” katanya.

Sementara salah seorang pengunjung Grebeg Syawal, Sarah mengaku sengaja datang untuk menyaksikan agenda tahunan tersebut. Dikatakan dirinya juga turut berdesakan untuk berebut Gunungan.

“Dapat Kacang Panjang Mas, ya untuk asyik-asyikan saja sih, siapa tahu beneran dapet berkahnya Keraton,” papar wanita asal Jakarta tersebut.

Dalam beberapa menit saja, dua Gunungan tersebut langsung ludes direbut warga. Bahkan beberapa warga juga merebut Janur yang menjadi hiasan pintu gapura keraton.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge