0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Lasjkar Di Tapal Batas, Kisah Tidjan dan Lasjkar Rakyat Bogor Melawan Belanda

foto: Ist
(foto: Ist)

Timlo.net – Di tengah menggeliatnya dunia perfilman Indonesia saat ini, hampir setiap minggu, publik dihibur dengan berbagai film nasional yang tayang di jaringan bioskop di Indonesia.

Tercatat terdapat 117 film nasional yang telah diproduksi sepanjang tahun 2015, baik yang telah rilis ataupun Namun, dari jumlah tersebut hanya dalam hitungan sebelah jari tangan saja terdapat film-film yang mengangkat tema drama perjuangan bangsa Indonesia.

Film “Jendral Soedirman” dan “Guru Bangsa Tjokroaminto” adalah dua film produksi tahun 2015 yang mengangkat kisah nyata sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Tapi, sesungguhnya masih ada satu film lagi yakni “LASJKAR DI TAPAL BATAS” yang juga mengangkat tema perjuangan bangsa Indonesia.

Film “Lasjkar Di Tapal Batas”, garapan rumah produksi Bidar Batavia Group mengangkat kisah nyata perjuangan rakyat Bogor, melalui tokoh karismatik bernama Tidjan bersama 3 orang sahabatnya yang tergabung dalam Lasjkar Rakjat yang dibentuk untuk melawan tentara NICA Belanda pada masa Agresi Militer II Belanda atas Indonesia.

Menurut Letsman Tendy, Executive Producer Bidar Batavia Group, film perjuangan berlatar belakang sejarah tidak mudah untuk dapat diterima oleh masyarakat penyuka film Indonesia. Karena kebanyakan masyarakat Indonesia masih lebih memilih untuk menonton film-film komedi atau drama dan film-film buatan Hollywood.

Untuk itulah, Lestman Tendy hanya mematok target yang realistis untuk jumlah penonton film “Lasjkar Di Tapal Batas” di bioksop. Yakni hanya sebanyak 250 ribu penonton. Karena pada prinsipnya, Lestman Tendy membuat film berdasarkan ‘mood’-nya. “Saya membuat film berdasarkan ‘mood’. Cukup 50 persen mood saya menyukai proposal yang diajukan. Baru saya akan memproduksinya,” pungkas Letsman.

Letsman Tendy yang terjun ke dunia film karena hobi itu menambahkan, “Saya memproduksi film tidak ingin terpengaruh oleh film-film yang sedang laris seperti sejumlah film komedi yang saat ini sedang laris dan film drama yang juga banyak diminati penonton.

Keberanian Letsman mengambil langkah yang berbeda dari kebanyakan produser dan rumah produksi, patut diacungi jempol. Karena Letsman berani membuat film drama sejarah perjuangan bangsa Indonesia, di tengah maraknya sinetron dan film drama bertaburkan bintang remaja.

“Rasa nasionalime dan juga ingin menyampaikan fakta sejarah bahwa di wilayah Bogor pun pernah terjadi perjuangan melawan Belanda. Bogor pun memiliki seorang pejuang pemberani bernama Tidjan, pejuang yang terlupakan, yang sebagian besar warga pun mungkin belum pernah mendengar nama dan kisahnya,” tandas Lestman saat menjelaskan alasannya membuat film “Lasjkar Di Tapal Batas”.

Sementara, Theresia Gunawan yang memerankan tokoh Nonon, kekasih dari tokoh Tidjan di film ini, mengaku sangat bangga dapat menjadi salah satu pemain dalam film “Lasjkar di Tapal Batas”. Artis cantik berzodiak Virgo ini mengaku mandapat banyak pesan moral bagi kehidupannya. “Pesan moral yang aku dapat di film ini sangat banyak. Contohnya, aku lebih menghargai perjuangan bangsa Indonesia. Toh, yang kita nikmatin sekarang ini merupakan hasil perjuangan mereka dulu,” ujar Theresia yang sangat mengidolakan penyanyi Rihanna ini.

***

Sinopsis Lasjkar Di Tapal Batas

Film “Lasjkar Di Tapal Batas” besutan sutradara Bayu Prayogo ini berkisah pada Eforia kemerdekaan tahun 1945, membuat rakyat Bogor marah ketika BELANDA kembali ingin menjajah INDONESIA. Banyak rakyat Bogor yang sukarela menjadi pejuang untuk mempertahankan kemerdekaan negeri ini, dengan membentuk kelompok-kelompok kecil yang akhirnya disebut “Lasjkar Rakjat” (sipil bersenjata).

Salah-satunya adalah “TIDJAN” (Gorz Kurniawan), pemuda yang lahir tahun 1930 turut prihatin dan membenci Belanda, ditambah dengan kejadian Rawagede, Karawang, pada akhir tahun 1947, dimana 400 lebih rakyat jelata dibantai oleh Belanda.

TIDJAN marah! Dia pun ikut bergabung dengan Lasjkar Rakjat bersama ketiga sahabat karibnya sejak kecil (ENIM, ANAU, RAIS). Mereka bergabung dengan Lasjkar Rakjat yang dipimpin oleh DJULU. Aksi-aksi mereka sangat merugikan pihak Belanda. Disisi lain, TIDJAN merasa dilema karena orang tuanya dan kekasihnya yang bernama NONON (Tere Gunawan) tidak mendukung kalau dia harus ikut bertempur.

Kisah ini dipadu pula dengan kehidupan zaman sekarang, dimana ada pemuda bernama “AKBAR” (Arvin Ryan) yang juga mempunyai sifat yang sama dengan TIDJAN (setia kawan, pemberani dan jago beladiri).

Namun sayang, dia suka berkelahi (tawuran). Suatu hari AKBAR bertemu dengan NONON TUA (Yati Surachman) yang banyak memberinya nasihat, AKBAR sadar dan ingin menjadi orang yang berguna untuk bangsa seperti almarhum TIDJAN.

Film “Lasjkar Di Tapal Batas” dibintangi oleh Gorz Kurniawan, Pong Hardjatmo, Yati Surachman, Wita KDI, Tere Gunawan dan Sonia Selvans. Rencananya, film ini akan mulai tayang di jaringan bioskop Indonesia pada Agustus 2016 mendatang. Trailernya tersedia di YouTube (https://m.youtube.com/watch v=G12sWahH55k). Seperti apa keberanian Tidjan dan Lasjkar Rakyat Bogor, kita saksikan saja saat diputar di bioskop pada Agustus 2016 mendatang. (**/adv)

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge