0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Korupsi Marak di Lembaga Peradilan, Ketua MA Mundur?

dok.merdeka.com
Gedung Mahkamah Agung (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Maraknya praktik korupsi di tubuh instansi penegak hukum hingga menggambarkan bahwa ada persoalan besar di negeri ini. Penangkapan hakim dan panitera oleh KPK dianggap tepat. Sebab, keduanya merupakan pihak paling ‘nakal’.

Kondisi ini seharusnya membuat Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali bersikap tegas mengatasi permasalahan klasik di lembaganya. Hal itu disampaikan Pakar Hukum Pidana Universitas Indonesia (UI) Gandjar Laksana.

Dia menuturkan, adanya judicial corruption belum bisa menekan dan mengawasi ulah para pegawai di lembaga peradilan Indonesia. “Ada judicial corupotion juga kan enggak terlalu banyak memengaruhi. Buktinya masih banyak yang bermain dalam berbagai perkara, semua perkara ada korupsinya,” ungkap Gandjar kepada merdeka.com, Jumat (1/7) kemarin.

Hatta, kata dia, harus bisa menekan kasus mafia hukum di tubuh lembaga yang dipimpinnya. Mulai dari pembenahan dari mekanisme pengawasan terhadap hakim hingga pembenahan secara administratif.

Tak hanya itu, menurut Gandjar, sebagai pimpinan, Hatta juga harus memiliki visi dan misi untuk memperbaiki lembaga hukum Indonesia. Visi dan misi itu juga harus dilakukan bukan hanya sekedar formalitas belaka.

“Jadi kita ingin lihat pimpinan MA harus punya visi, kalau enggak punya kayak gitu repot. Punya visi bagus juga kalau tidak berjalan dengan baik, ya untuk apa?” ujar Gandjar.

Jikapun Hatta Ali harus mundur dari jabatannya, kata Gandjar, hal itu tak akan mampu menyelesaikan permasalahan. Sebab, hal yang sama akan kembali terulang bila pimpinan baru juga tak bersikap tegas terhadap anak buahnya.

“Hatta harus mundur sih enggak. Kalaupun dia mundur, Hatta Ali tidak menyelesaikan masalah. Entar kalau dia mundur terus terpilih yang baru satu dua hari terpilih mundur lagi,” ucapnya.

Maka dari itu, Gandjar meminta pimpinan MA harus bisa bertindak lebih tegas. Apalagi masalah ini sudah berkali-kali terjadi. Meski banyak penangkapan dilakukan KPK, ternyata tidak membuat takut para penegak hukum lainnya.

“Yang membuat mereka kaya gini karena sistem hukumnya enggak buat mereka jera. Mereka seperti tidak ada jera meskipun banyak yang sudah ditangkap KPK,” kata Gandjar.

Gandjar menyarankan, MA harus berbenah diri mulai dari memperkuat mekanisme peradilan di tubuh lembaganya sendiri. Pembenahan administrasi juga menjadi tak kalah penting menurutnya. [ang]

Sumber: merdeka.com

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge