0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ngaku Diploma, WN Polandia Tipu Rp 1,3 Miliar

Ilustrasi penipuan (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Mengaku diploma Amerika, pria asal Polandia Pawele Cwiklinski (36) ini berhasil menipu seorang wanita kaya. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian hingga Rp 1,3 Miliar.

“Kami mengamankan Pawele pada Rabu (29/6) dini hari sekira pukul 03.00 WIB, di Perumahan Green Lake City Cluster Amerika Jalan East Cost 1 Nomor 1 Kosambi, Jakarta Barat. Yang bersangkutan mengaku sebagai diplomat Amerika dan menipu si korban,” kata Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti kepada wartawan, Jumat (1/7).

Sementara itu, Kepala Subdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Hendy F Kurniawan menjelaskan, adapun kejadian berawal dari korban (yang enggan disebutkan namanya ini) mengenal terlebih dahulu tersangka lainnya yakni Colins Mark (DPO) di media sosial Facebook. Korban berkenalan hingga berujung bertukar nomor telepon.

“Kejadian itu tepatnya pada 8 Juni 2016 lalu. Saat berkenalan, Mark mengaku sebagai dokter bedah di Central Texas Medical Center. Keduanya akhirnya berkomunikasi layaknya seorang kekasih,” ujar Hendy.

Hingga pada 22 Juni 2016, pelaku Mark ini mulai melancarkan aksi penipuannya. Mark mengaku akan mengirimkan paket uang USD 2 juta kepada korban.

“Kemudian Mark menyuruh tersangka Cwilinski itu untuk menghubungi korban dengan mengaku sebagai diplomat Amerika dan meminta korban menyediakan uang hingga Rp 2 Miliar lebih untuk membeli cairan agar uang dolar bisa dibawa dari Amerika,” ujarnya.

Tanpa menaruh rasa curiga, korban pun percaya dan mengirimkan uang secara bertahap ke rekening mereka. Total sudah Rp 1,3 Miliar uang yang dikirim korban.

“Namun akhirnya korban menyadari telah ditipu karena pelaku meminta uang terus-menerus hingga akhirnya korban melapor ke Polda Metro Jaya. Setelah diselidiki, ternyata korban mengalami penipuan. Kami pun langsung menangkap tersangka Cwilinski, sedangkan satu tersangka yakni Mark berhasil kabur,” jelasnya.

Dari penangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa 7 buah handphone, 2 buah token ket BCA, 1 ATM BCA, e-KITAS atas nama tersangka Pawel Ceilinski berikut paspor, koper berisi mata uang dolar palsu senilai USD 280, 1 jerigen cairan, Macbook dan uang tunai Rp 1.126.000.

“Hingga kini kami menyelidiki siapa-siapa saja yang terlibat dalam kasus penipuan ini dan siapa dalang dari semuanya,” tutur Hendy.

[gil]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge