0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Anggota TNI Dilarang Menerima Parsel

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (merdeka.com)

Timlo.net – Anggota TNI dilarang menerima parsel dan tunjungan hari raya (THR) dari pihak lain. Prajurit menerima THR dan parsel diibaratkan sama dengan merampok.

“Jadi kalau ada minta itu namanya ngerampok. Enggak boleh itu enggak boleh,” kata Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, Jumat (1/7).

Pemerintah sudah mencairkan gaji ke-13 dan 14 untuk PNS termasuk prajurit TNI. Dia berharap semua prajurit memanfaatkan dana tersebut dan tak menerima sumbangan dari pihak lain.

“Pemerintah sudah berikan THR seperti disampaikan Presiden empat hari lalu, bahwa diberikan gaji 14, sudah diterima. Saya pastikan sudah diterima itu, kemarin saya ke NTB diberikan itu. Gaji ke 13 akan diterima juga sebelum Lebaran dan remunerasi ke 13 setelah prajurit kembali semua sudah diberikan,” jelas dia.

Dalam kesempatan yang sama, dia pastikan seluruh jajaran TNI siap memberi bantuan mengamankan arus mudik menjelang dan sesudah Hari Raya Idul Fitri. Persiapan tersebut baik dari moda transportasi hingga personel pengamanakan.

“Kami siap membantu arus mudik, termasuk angkutan baik truk, bus, kapal laut, kapal udara, apabila diperlukan Menhub kami sudah siap,” katanya.

Kekuatan personel yang berjaga sudah disesuaikan dikoordinasikan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. Dia telah membagi cuti personel yang bertugas pada Lebaran nanti menjadi tiga bagian.

“Kami siapkan personel diperkirakan Kapolri antara lain misal untuk pengamanan di Tegal kami siapkan, setiap saat kami diminta kami siap,” ujarnya.

“Jadi untuk TNI cuti dibagi 3 bagian, jadi setiap saat ada 1/3 kekuatan TNI. Maka ketika sebagian semua sudah mudik, jangan ada pertanyaan ‘Kok ada TNI masih cuti? Itu karena TNI dibagi 3, jadi sepertiga TNI siaga siap opersional saat Lebaran,” tambahnya.

[lia]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge