0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

OJK: Hati-Hati dengan Penawaran Pelunasan Utang!

timlo.net/setyo pujis
Kepala OJK Solo, Laksono Dwionggo (timlo.net/setyo pujis)

Solo – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penawaran dari lembaga atau perusahaan, yang menjanjikan pelunasan kredit di lembaga keuangan atau bank. Pasalnya penawaran tersebut belakangan marak muncul di beberapa daerah, sehingga menggangu dan merugikan nasabah.

“Dari data pengaduan yang diterima kantor OJK Solo, sedikitnya ada delapan laporan. Yaitu satu dari bank umum, empat BPR dan dua BPRS,” ujar Kepala Kantor OJK Solo Laksono Dwionggo kepada wartawan, Kamis (30/6).

Dikatakan, penawaran dan ajakan terkait pelunasan utang tersebut belakangan muncul di beberapa daerah. Di antaranya dengan mengatasnamakan PT Swissindo World Trust International Orbit di Cirebon, Koperasi Pandawa Mandiri group di Yogyakarta dan Koperasi Pandawa di Malang. Terkait hal itu, OJK menyatakan praktek tersebut tidak dibenarkan, karena dapat merugikan industri jasa keuangan dan masyarakat.

“Karena penawaran pelunasan kredit itu tidak sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam perbankan ataupun lembaga keuangan. Oleh karena itu, kita meminta agar masyarakat lebih berhati-hati terhadap penawaran atau ajakan dari pihak manapun,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga menghimbau agar debitur yang masih memiliki kewajiban kredit agar tetap menyelesaikan tanggungjawabnya sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. Termasuk menghimbau agar pihak yang merasa dirugikan oleh penawaran pelunasan utang tersebut melakukan upaya hukum sesuai koridor yang berlaku.

“Menyikapi kondisi itu, kita juga sudah melakukan koordinasi dengan lembaga dan otoritas terkait. Agar dapat mencegah kerugian bagi industri keuangan dan masyarakat,” tandasnya.

Dijelaskannya, modus penawaran pelunasan kredit kebanyakan menyasar para debitur macet pada bank dan lembaga jasa keuangan. Strategi untuk menyakinkan nasabah, dengan cara menerbitkan surat jaminan/ pernyataan pembebasan utang yang dikeluarkan dan mengatasnamakan Presiden RI maupun lembaga internasional lain.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge