0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dua Tersangka Vaksin Palsu Tidak Ditahan, Ini Alasan Kapolri

Vaksin palsu untuk bayi (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menyatakan tersangka peredaran vaksin palsu di sejumlah rumah sakit hingga saat ini berjumlah 17 orang. Menurut Badrodin, dua pelaku di antaranya berusia di bawah umur.

“Saat ini ada 17 orang tersangka, 15 orang ditahan dan dua orang tidak ditahan karena masih di bawah umur,” kata Kapolri Badrodin Haiti, di Halaman Polda Metro Jaya, Kamis (30/6).

Menurut Badrodin, dua tersangka yang dipulangkan itu bertugas sebagai kurir. Namun Badrodin enggan menjelaskan identitas kedua tersangka yang dipulangkan tersebut.

“Dia itu kurir dan sudah kita pulangkan,” singkatnya.

Disinggung hukuman yang pantas untuk para pelaku pemalsuan vaksin, Kapolri menyatakan tentunya akan sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Ya kalau hukumannya ya sesuai dengan pasalnya, kan kita tidak bisa keluar dari norma-norma hukum yang berlaku. Kalau maksimal di situ hukuman 15 tahun, ya kita terapkan 15 tahun. Itu kan hakim nanti yang menilai, kalau kita kan hanya menerapkannya,” tutupnya.

Diketahui, Bareskrim Mabes Polri membongkar sindikat kejahatan pembuatan dan perindustrian vaksin palsu di sejumlah daerah. Sepanjang pengembangan kasus ini, Bareskrim telah menangkap dan menetapkan 16 tersangka.

Mereka ditangkap di tempat dan waktu yang berbeda. 13 ditangkap di Jakarta dan 2 orang di Semarang. Kemudian, teranyar penyidik kembali menciduk 1 orang sebagai distributor vaksin palsu di Jakarta Timur.

Kendati sudah mengamankan 17 orang, polisi masih belum puas. Penyidik Bareskrim bakal terus mendalami pihak-pihak yang ikut terlibat, termasuk dari pihak rumah sakit (RS). Selain RS, dugaan keterlibatan sejumlah klinik dan apotik pun bakal didalami penyidik. [gil]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge