0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Masyarakat Serbu Pasar Murah TPID

timlo.net/ichsan rosyid
Warga mengantri di salah satu stan pasar murah di Halaman Balaikota Solo, Rabu (29/6) (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Pasar Murah di Balaikota diserbu warga sekitar Balaikota dan Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Balaikota Solo, Rabu (29/6). Pasar murah yang digelar Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Solo itu menyediakan bahan-bahan pokok dan pakaian dengan harga lebih rendah dari pasaran.

“Sangat membantu sekali. Harganya jauh lebih murah dari harga di pasar,” kata salah satu warga Kampung Baru yang berbelanja di pasar murah, Bambang.

Beras dan gula pasir yang dijual di pasar murah TPID langsung didatangkan dari bulog. Sementara komoditas lainnya, TPID merangkul distributor-distributor besar sehingga harga bisa ditekan maksimal. Beras dan gula pasir, misalnya, dijual seharga Rp 9.500 per kilogram. Jauh di bawah harga pasar yaitu Rp 12.000.

Warga lain, Giarti juga menyatakan cukup terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Awalnya, ia hendak berbelanja ke Pasar Gede. Namun setelah melihat ada pasar murah di Balaikota, ia menyempatkan diri untuk berbelanja di pasar murah tersebut.

“Ini beli beras, minyak goreng sama bawang merah. Yang nggak ada di sini nanti beli di pasar,” kata warga Jagalan itu.

Wakil Ketua TPID, Bandoe Widiarto mengatakan, pasar murah tersebut merupakan salah satu upaya TPID untuk menekan laju inflasi yang cenderung naik selama lebaran. Berdasar data TPID hingga Mei 2016 inflasi kota Solo tercatat sebesar 0,68 persen (ytd) atau 3,53 persen (yoy). Sedangkan secara bulanan, sebesar 0,04 persen. Penyumbang inflasi terbesar diantaranya adalah gula pasir, telur ayam ras dan daging ayam ras.

“Konsumsi masyarakat menjelang lebaran cenderung meningkat, mendorong laju inflasi,” kata Bandoe yang juga Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia itu.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge