0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Meski Boleh Masuk Wilayah Filipina, TNI Masih Berhitung

merdeka.com
Panglima TNI, Gatot Nurmantyo saat mengecek kesiapan pasukan (merdeka.com)

Timlo.net – Setelah mengantongi ijin memasuki kawasan Filipina, militer Indonesia bisa mengejar penyandera warga negara Indonesia (WNI) sampai ke daratan Filipina. Hal itu berdasarkan kesepakatan saat Menteri Pertahanan Indonesia, Ryamizard Ryacudu, bertemu Menhan Malaysia, dan Filipina.

“Ke depan bisa saja mengejar sampai ke dalam, begitu masuk kita cuma bilang kita masuk, iya oke kita masuk, kita kejar sampai ke dalam,” jelas Ryamizard, Rabu (29/6).

Mengenai 7 WNI yang masih disandera, Ryamizard mengatakan tengah diperjuangkan pasukan operasi Filipina.

“Itu pulau sudah terkepung ada 6-7 ribu pasukan di sana Filipina, mereka sudah melaksanakan operasi. Harapan kita agar sandera itu tetap selamat, dan kita mengekor dulu,” ujarnya.

TNI, kata Ryamizard, belum bisa memasuki daratan Filipina karena belum terkoordinasi, meskipun sudah ada kesepakatan diijinkan masuk. TNI saat ini masih dipersiapkan dengan berbagai pelatihan untuk menghadapi penyandera.

“Pada prinsipnya di darat juga boleh, tapi pelaksanaannya belum,” tegasnya.

Hasil pertemuan itu segera dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo.

“Ke depan nanti saya akan lapor ke Presiden setelah itu agak detil saya sampaikan,” jelas dia.

[lia]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge