0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mau Lewat Tol Solo-Sragen? Waspadai Dua Hal Ini

PT SNJ bersama Dinas Perhubungan dan Satlantas Solo, Karanganyar, Boyolali, dan Sragen menjalankan pemeriksaan sekaligus koordinasi akhir, Selasa (28/6). Pemeriksaan dilakukan sehari sebelum pembukaan tol ruas Solo - Sragen. (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Pemudik yang akan melewati jalan tol ruas Solo-Sragen dihimbau untuk tetap waspada di jalan sepanjang 25 Km itu. Pasalnya, jalan tersebut belum sepenuhnya selesai dikerjakan sehingga masih banyak kekurangan.

“Meskipun kami sudah siapkan rambu-rambu dan petugas di titik-titik rawan, kami tetap meminta pengendara agar waspada,” kata Direktur Utama PT Solo Ngawi Jaya, David Wijayatno, Selasa (28/6).

Di sepanjang jalan tol tersebut, ada sekitar 17 perlintasan sebidang dengan jalan kampung. Dua di antaranya yang cukup padat berada di persimpangan pertama setelah pintu masuk, serta persimpangan masaran, sekitar kilometer ke-15 dari pintu masuk. Selebihnya sebanyak 15 persimpangan sebidang lain meskipun kecil.

“Sebelum persimpangan kita pasang rambu dan ada petugas yang menjaga. Setiap persimpangan juga kita sempitkan jadi otomatis mobil-mobil yang lewat pasti melambat,” kata David.

Selain persimpangan sebidang, mudik juga diminta berhati-hati di beberapa titik yang masih berupa beton kerja. Ketinggiannya berbeda sekitar 20 CM dengan beton yang telah selesai dikerjakan.

Meski PT SNJ telah mengantisipasi masalah tersebut dengan menambahkan cor miring (plengsengan), timlo.net masih merasakan goncangan cukup keras ketika melewati batas antara beton kerja dengan beton jadi. Terutama bila mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Goncangan paling terasa di KM ke 10 dari pintu masuk tol Klodran.

“Tadi ada yang peralihannya (dari beton jalan ke beton kerja) yang kurang halus. Melihat waktunya, sudah tidak mungkin lagi kita perhalus. Nanti disitu akan kita beri rambu peringatan,” terangnya.

Hal lain yang perlu diperhatikan, kecepatan di tol tersebut dibatasi sesuai kondisi jalan. Misalnya, mendekati persimpangan sebidang jalan kampung, timlo.net banyak menemui rambu batas kecepatan maksimal 20 Km per jam. Di jembatan Bengawan Solo, kecepatan dibatasi maksimal 40 Km per jam karena jembatan belum selesai dibeton. Sepanjang jembatan ada sambungan berupa gundukan beton mirip polisi tidur.

“Selebihnya, kecepatan maksimal 60 Km per jam,” tambahnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge