0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Vaksin Palsu Beredar, Badan POM Kecolongan

merdeka.com
Barang bukti vaksin palsu (merdeka.com)

Timlo.net – Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) ikut bersalah atas beredarnya vaksin palsu di masyarakat. Padahal sejumlah mekanisme pengawasan yang sangat ketat telah dilakukan oleh lembaga tersebut.

“Badan POM melakukan pengawasan yang lebih ketat pada vaksin daripada jenis obat lainnya. Setiap produksi harus diuji. Kalau vaksin impor, maka di setiap shipment harus kita cek melalui batch (bets) rilisnya,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan POM Tengku Bahdar Johan Hamid , Selasa (28/6).

“Kemudian, di pengecekan post-market kita lakukan pengawasan sampling. Kami juga menjaga cara distribusi dan menjamin rantai dinginnya vaksin. Karena kalau tidak disimpan dingin, vaksin pasti akan rusak,” tambahnya.

Bahdar mengatakan, untuk menjaga dan mengawasi semua jalur distribusi vaksin di setiap sarana pelayanan kesehatan (saryankes) BPOM juga telah berkoordinasi dengan aparat berwenang.

“Pengawasan di jalur ilegal dilakukan dengan bekerjasama pihak kepolisian, sesuai kompetensi dan kewenang di bidang kriminal,” ujarnya.

Melalui penelusuran pihaknya, Bahdar juga menjelaskan bahwa adanya penyebaran vaksin palsu ini dikarenakan sejumlah motif yang menjadi latar belakang dari peredaran dan jalur gelap distribusi ilegalnya.

Selain itu, adanya keterlibatan sejumlah pihak tak bertanggung jawab yang menjadi pemasok kemasan bekas pakai dari limbah-limbah medis rumah sakit dinilai juga menjadi salah satu penyebab maraknya peredaran vaksin palsu tersebut.

“Motifnya, karena ini murni kriminalitas, pastinya ada pelaku kriminal. Selain itu, adanya permintaan vaksin yang dipesan di luar program pemerintah dan adanya distributor freelance atau ilegal,” ujar Bahdar.

“Terakhir, ada sarana pelayanan kesehatan yang memang menjadi penyuplai kemasan sisa bekas pakai dari limbah medis, untuk digunakan sebagai kemasan vaksin palsu tersebut,” jelas dia.

[eko]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge