0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Lempari Kereta Api, Sejumlah Remaja Iseng Diamankan

Para pelaku pelemparan KA (merdeka.com)

Timlo.net – Sejumlah remaja melakukan aksi pelemparan terhadap Kereta Api (KA) Kedung Sepur saat melintas di petak jalan atau jalur rel KA antara Stasiun Tawang dan Stasiun Alas Tuwo. Akibat perbuatannya, mereka diharuskan wajib lapor dan diwajibkan untuk memberikan ganti rugi kepada PT. KAI.

Manajer Humas PT.KAI Daop IV Semarang Gatut Sudiyatmoko mengungkapkan, kejadian pelemparan KA ini bermula saat ke delapan ABG ini Minggu (26/6) sekitar pukul 06.30 WIB bermain petasan di sekitar petak jalan (jalur) KA.

“Kemudian melintas patroli Polsuska (Polisi Khusus KA) yang sedang berpatroli. Mereka kemudian ditegur dan dilarang untuk bermain disekitar jalur karena membahayakan keselamatan. Kemudian, dari delapan anak, tujuh diantaranya pergi. Namun, salah satu temanya dari delapan anak ini karena jengkel diusir oleh Polsuska nekat melakukan pelemparan dengan batu. Meski ke tujuh teman lainya sudah melarang,” kata Gatut, Senin (27/6).

Gatut mengungkapkan, beruntung saat seorang anak itu melakukan pelemparan dan memecahkan kaca lokomotif, masinis yang mengemudikan KA waspada dan langsung berdiri. Sehingga tidak terkena lemparan yang dilakukan oleh anak yang baru duduk kelas 1 di salah satu SMK di Kota Semarang ini.

“Masinisnya begitu tahu ada pelemparan, langsung berdiri. Sehingga tidak terkena batunya. Namun, akibat pelemparan itu, kaca bagian depan lokomotif KA Kedung Sepur ini pecah berbentuk lubang sebesar bola tenis,” kata Gatut.

Masinis pun, ungkap Gatut, langsung melaporkan aksi pelemparan itu ke pusat. Selain itu, usai mendapatkan laporan, petugas Polsuska PT.KAI Daop IV langsung mendatangi lokasi dan mengamankan tujuh bocah itu. Sementara satu bocah yang merupakan pelaku pelemparan berhasil melarikan diri bersembunyi di rumah temannya.

“Ketujuh bocah ini kemudian diamankan di Polsek Pedurungan beserta orang tuanya. Kemudian, satu bocah pelaku pelemparan akhirnya berhasil diamankan. Mereka mengakui bahwa aksi pelemparan dilakukan oleh satu orang bocah tersebut,” paparnya.

Gatut membeberkan, usai dilakukan mediasi disepakati kedelapan bocah ini harus wajib lapor di Polsek Pedurungan, Kota Semarang. Sedangkan satu bocah pelaku pelemparan juga dibebani untuk memberikan ganti rugi kepada KAI.

[gil]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge