0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Fasilitas Kesehatan yang Gunakan Vaksin Palsu Terancam Pidana

vaksin palsu (merdeka.com)

Timlo.net — Temuan penyaluran vaksin palsu oleh Bareskrim Polri membuat dunia kesehatan terkejut. Kementerian Kesehatan langsung mengecek seluruh rumah sakit, puskesmas hingga apotek yang mungkin menyediakan vaksin palsu.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Busroni, mengaku pihaknya masih mengecek distributor dan penjual vaksin palsu untuk imunisasi bayi. Dia belum mendapat laporan resmi jumlah rumah sakit, puskesmas atau apotek yang menyediakan vaksin palsu.

“Sampai saat ini belum ada laporannya. Laporannya kan berjenjang dari puskesmas ke Dinas Kesehatan kabupaten, kota terus baru dilaporkan ke kita,” ujar Busroni di Jakarta, Senin (27/6).

Jika ada fasilitas kesehatan yang terbukti menggunakan vaksin palsu, dipastikanya masuk dalam ranah pidana. Terlebih jika ditemukan unsur kesengajaan maka hal itu harus ditindaklanjuti kepolisian.

“Kalau memang ada unsur kesengajaan, itu sudah masuk reskrim, nanti reskrim yang menindaklanjutinya,” kata Busroni.

Jika ditemukan bayi yang menerima vaksin palsu, pihaknya akan segera memberikan vaksin yang asli. Tak hanya itu, pihaknya juga akan langsung melakukan evaluasi terkait temuan tersebut.

Busroni menegaskan, vaksin yang diberikan oleh pemerintah lewat puskesmas dan rumah sakit dijamin keasliannya. Sebab, pemberian vaksin merupakan kewajiban dari pemerintah.

“Vaksin itu kewajiban negara dan tidak diperjualbelikan kepada masyarakat. Jadi nanti faskes-faskes akan menghubungi dinas membawa data untuk meminta vaksin. Nanti dinas yang akan memberikannya. Nah dinas itu terimanya dari kemenkes. Kemenkes dapat vaksin dari bio farma. Kalau pemerintah semuanya aman,” tuturnya.

[lia]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge