0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Revitalisasi Drainase Tak Bisa Ditunda

Air menggenang usai hujan deras yang mengguyur kota Solo (foto: Rosyid)

Solo – Pemerintah Kota Solo berambisi untuk merevitalisasi drainase yang dirasa sudah tidak lagi memadai bila hujan deras turun. Revitalisasi akan dimulai dengan memetakan drainase bermasalah. Permasalahan drainase dirasa sudah mendesak lantaran beberapa tahun terakhir, sejumlah ruas jalan utama di Solo selalu tergenang setiap hujan deras dalam waktu lama.

“Kemarin saya sudah minta DPU (Dinas Pekerjaan Umum) untuk memetakan mana saja drainase yang bermasalah. Terutama yang ditutup. Akan kita tinjau kembali perijinannya,” kata Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Sabtu (25/6).

Rudy, sapaan akrab Walikota, mencontohkan, saluran di Jalan Dr. Soepomo yang selama ini mengalir ke Jalan Bhayangkara memaksa air berbelok dua kali. Akibatnya, aliran air tidak lancar sehingga menimbulkan genangan.

“Itu akan kita tembuskan langsung ke Segaran, Sriwedari. Jadi tidak meluap di depan Sriwedari,” kata dia.

Selain itu, ia berencana merombak inlet di Jalan Slamet Riyadi menjadi lebih rapat dan lebar. Saat ini, jarak antar inlet bervariasi antara 10-20 meter dengan lebar inlet sekitar 30 cm. Nantinya, inlet akan diperbanyak dan diperlebar menjadi 1 meter setiap inlet.

“Kalau lebar kan air bisa lebih cepat masuk ke saluran drainase. Biar tidak menggenang,” tambahnya.

Pembenahan drainase Solo diharapkan dapat terlaksana tahun ini dengan APBD perubahan yang akan segera disusun. Namun bila diperkirakan pengerjaan tidak akan selesai sampai akhir tahun 2016, pengerjaan terpaksa ditunda di tahun 2017.

“Kalau bisa selesai akan kita prioritaskan di tahun ini,” kata Rudy.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge